Narendra Secret

534 65 4
                                        

Author PoV

Siapa yang bilang Narendra tidak ketemu batunya setelah masalah besar yang dia buat kepada Harsa? Narendra yang sebelumnya sangat di hormati dalam sekejap menjadi cemoohan nyaris semua lapisan anggotanya. Jika bukan karena jabatannya sebagai ketua divisi dan nama Cakraningrat yang tersemat dibelakang namanya, mungkin Narendra akan menjadi bulan-bulanan semua orang. Sama seperti siang hari ini, Narendra yang frustrasi setengah mati karena tidak ingin kehilangan Harsa berusaha sekeras mungkin agar bisa terus berada di dekat Harsa, itu sebabnya saat rapat Olympic digelar, Narendra tidak lagi peduli dengan adiknya, Narendra membeberkan kedekatan antara Jendra dan Harsa hanya agar Harsa ditarik ke dalam misinya.

Yang Narendra pikirkan adalah dirinya bisa terus menjaga kontak dengan Harsa, dan berharap dia bisa memperbaiki apa yang sudah dia rusak, bahkan Narendra mengabaikan kenyataan jika statusnya kini adalah suami orang dan calon Ayah, bagi Narendra yang dia inginkan di dunia ini adalah Harsa. Itu sebabnya mendapati Harsa begitu nyaman usai hancurnya hubungan mereka membuat Narendra marah, dia tidak terima Harsa mencampakkannya begitu saja, ditambah dengan berbagai kalimat menyakitkan Harsa yang mengatakan jika dia sama sekali tidak pernah mencintainya membuat Narendra semakin menggila.

Itulah penyebab kenapa saat Riza, Sang Komandan besar mereka mengatakan jika Harsa akan bertanggungjawab langsung kepadanya, Narendra tidak bisa menahan kegilaannya hingga kata-kata tidak senonoh terlontar dari mulutnya, satu hal yang Narendra pikirkan saat itu adalah dia ingin menyakiti Harsa hingga hancur dan remuk tidak bersisa, Narendra lupa bagaimana dia telah menyakiti Harsa begitu hebatnya, dirinya adalah tersangka namun merasa seperti korban.

Tidak, Narendra tidak bisa kehilangan Harsa begitu saja. Seumur hidup Narendra hanya mencintai Harsa, satu-satunya hal yang sangat Narendra inginkan bahkan sampai Narendra harus tutup mata melihat kenyataan jika selama ini adiknya pun menginginkan Harsa. Ya, Jendra, adik Narendra pun menginginkan Harsa, dan alasan terbesar kenapa Jendra menghilang adalah karena Jendra merasa terkhianati dengan sikap Narendra.

Jendra berkata jujur kepada kakaknya jika dia menginginkan Harsa, berniat untuk melamar Harsa dalam waktu dekat karena merasa Harsa juga memiliki perasaan yang sama dengan Jendra, tapi Narendra justru mendahului semuanya. Narendra membawa orangtua mereka ke rumah Aryaatmaja, dan tentu saja orangtua mereka yang tidak tahu apapun menyambut baik. Sebuah pertunangan terjadi, Harsa pun menurut saat orangtuanya pun menerima.

Narendra adalah penikung yang handal, dialah yang satu-satunya tahu alasan kepergian adiknya, dia pula-lah yang menjadi alasan terbesar Jendra memilih untuk pergi, jika ada gelar pengkhianat besar mungkin gelar itu akan cocok untuk Narendra.

Bukan hanya mengkhianati Harsa, yang Narendra sadar separuh terpaksa menerimanya, tapi dia juga mengkhianati adiknya sendiri. Lantas sekarang saat Riza mengatakan jika Narendra tidak boleh berurusan apapun dengan Harsa karena dirinya tidak bisa mengesampingkan perasaan personalnya, Narendra frustrasi setengah mati.

Dirinya yang melemparkan Harsa kepada Jendra, tapi saat Narendra tidak memiliki kendali apapun, saat itulah Narendra tersadar jika dia baru saja mengirimkan dua orang dengan perasaan yang sama  dan belum selesai dengan perasaan tersebut kembali bertemu.

"Narendra, datang ke ruangan saya."

Jangan tanya bagaimana menyedihkannya keadaan Narendra sekarang ini, dua tamparan, satu pukulan yang membuat mulutnya sobek, serta guyuran es teh jumbo Mamat membuat keadaan Narendra sangat menyedihkan, belum lagi dengan rasa muak orang-orang yang geram dengan sikap tidak dewasanya yang mengejar-ngejar Harsa seperti orang gila.

Bahkan Narendra sekarang sudah tidak peduli dengan penilaian orang, dia berjalan dengan lunglai saat Riza memerintahkannya, dan langsung tertunduk lesu saat dia mendudukkan dirinya di kursi ruangan sang Ketua.

"Bisakah kamu bersikap lebih menggelikan lagi, Ndra? Sikapmu yang terus mengusik Harsa persis seperti anak SD yang main cinta-cintaan. Kamu yang memilih mengakhiri hubunganmu dengannya dengan berselingkuh, jadi setidaknya bersikaplah dewasa dengan tidak mengusiknya lagi, apalagi Harsa sekarang dalam misinya."

Riza Hamdan bukan seorang yang suka ikut campur dalam urusan personal anggotanya, tapi jika hubungan personal tersebut sudah mengganggu keprofesionalan mereka, maka Riza tidak akan segan untuk mengeluarkan teguran.

"Kenapa Komandan mengeluarkan saya dari misi ini? Saya yang mengusulkan nama Harsa, tapi kenapa saya justru ditendang seperti ini?"

Riza yang dibentak balik dengan penuh ketidakpuasan Narendra hanya mengangkat sebelah alisnya dengan acuh. "Ya, terimakasih atas informasi yang kamu berikan. Berkat informasi yang kamu berikan setidaknya kita memiliki celah untuk mendekat kepada Jendra Cakraningrat, sayangnya saya harus mengeluarkan kamu karena kamu sendiri tidak bisa bersikap profesional. Kamu terus menerus mengusik Harsa, menekannya karena alasan pribadi, dan menurutmu saya akan diam saja melihat sikap gilamu? Tidak, saya tidak bisa membahayakan Harsa, salah satu anggota saya yang berharga hanya demi seorang pria yang bahkan tidak tahu diri sepertimu!"

Suara tenang Riza serasa menampar Narendra, benar Riza tidak bersuara keras namun apa yang dikatakan Riza sukses memperlihatkan betapa buruknya dirinya, tidak berhenti disana ucapan Riza yang mempermalukan Narendra, pria yang sebentar lagi akan menginjak kepala lima tersebut menambahkan.

"Ndra, kamu hebat sebagai seorang Ketua, tapi kamu buruk dalam perasaan, ingat kamu ini sudah menikah, mau punya anak juga. Jangan mengejar Harsa lagi, kasihan dia, kamu sudah melukainya, jangan menambahnya dengan luka lainnya lagi. Sekali ini saya maafkan, tapi jika kamu mengusiknya lagi, saya akan pastikan sumpah Saka Aryaatmaja akan berlaku untuk selamanya."

Narendra menunduk, pada akhirnya dia merasa seperti pecundang karena tidak bisa memperbaiki apa yang sudah dia rusak, separuh hatinya serasa mati sekarang ini membayangkan Harsa tidak akan ada lagi di dalam hidupnya. Memikirkan hal ini saja sudah membuat Narendra sesak, dan semakin sesak saat mengingat jika sebentar lagi Acha akan bertemu dengan Jendra.

Belakangan ini, saat tim pengintai merekam jejak Jendra, mereka menemukan Jendra yang mendekati Harsa pasca terkuaknya perselingkuhannya, dengan aksi heroiknya Jendra menghentikan Nadira dari agensinya dan terakhir kali bahkan tin pengintai mendapati Jendra melalui kaki tangannya mengirimi Harsa minuman dan makanan yang bahkan Narendra tidak tahu jika Harsa menggilainya, saat itulah Narendra merasa dia memiliki celah untuk berhubungan kembali dengan Harsa melalui misi yang akan dijalankan, tapi kini semuanya sudah berada diluar kendali Narendra saat dirinya dikeluarkan dari Tim Olympic.

Harsa akan kembali berhubungan dengan Jendra, dan Narendra tidak akan tahu apapun tentang mereka. Meski pada akhirnya Jendra akan diadili untuk segala kejahatan yang dituduhkan kepadanya, membayangkan Harsa yang selama ini dimilikinya akan didekap oleh adiknya sendiri yang dengan jelas pernah menaruh hati pada mantan tunangannya membuat Narendra benar-benar gila.

Narendra sangat tahu bagaimana adiknya, sekarnag saat tahu Harsa tidak lagi terikat kepadanya bukan tidak mungkin Jendra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengejar cinta yang tidak sempat dia sampaikan. Pada akhirnya Narendralah justru yang menjadi pecundang, sekeras apapun Narendra memperdaya kenyataannya sekarang dunianya terbalik membuatnya begitu menyedihkan.

Narendra, pengkhianat macam dirinya benar-benar mendapatkan Karma, dan kini hanya tinggal menunggu waktu bagi Narendra untuk melihat adiknya bersama dengan Jendra.

My Innocent MonsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang