Jendra Cakra

2.6K 370 36
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HolaaaaaaaaaKalian masih setia nungguin Acha?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Holaaaaaaaaa
Kalian masih setia nungguin Acha?

"Apa saya harus benar-benar ngeluarin Jason kalau Nadira datang?"

Pertanyaan yang dilontarkan oleh Biantara, Ajudan Papi tersebut membuatku mendengkus sebal. Pria yang sedikit lebih tua dariku seketika nyengir saat melihat wajah masamku, seolah dia bisa menebak apa jawaban yang akan aku berikan.

"Dia nggak akan datang, manusia sinting kek dia nggak akan berani munculin wajahnya di hadapan kita semua, nggak peduli apa yang akan dia temui nanti dikeluarga Narendra. Tante Amarta dan Om Budiman bukan orang baik kalau berurusan dengan orang-orang usil macam Nadira. Naif banget cara pikir Nadira yang ngira keluarga Naren akan nerima dia perkara dia bunting anaknya si Naren, gue bener-bener nggak tahu musti ketawa apa gimana lihat kebodohan si Gatal itu. Berani taruhan meskipun akhirnya ada pertanggungjawaban, yang dipeduliin cuma anaknya."

"Aaaah masa sih Mbak keluarga Mas Naren sekejam itu!"

"Nggak percaya, Tante Amarta orang baik, tapi kalau udah berurusan sama nama baik keluarga, tuh orang bisa jadi kejam."

Biantara yang mendengarku berbicara kini ganti mendengkus, mungkin dia tidak percaya dengan apa yang aku katakan, sayangnya dia tidak bisa menyangkal, aku mengenal keluarga mereka nyaris seumur hidup, bisa aku katakan, Keluarga Cakraningrat adalah penganut tentang Kesetaraan , "kalau memang nanti Nadira diperlakukan buruk sama keluarga Mas Naren, itu namanya Karma, Mbak Harsa. Nggak ada sejarahnya bahagia hasil dari ngerebut, duh Gusti gemes banget aku sama Mbak Nadira, Udahlah dikasih hidup enak, nyaman masih cari penyakit."

Aku menarik nafas panjang, orang waras pasti berpikiran seperti Bian tapi sayangnya Nadira tidak waras, namun tak pelak aku sekarang justru memikirkan tindakan apa yang akan dilakukan keluarga Naren kepada Nadira, terlebih saat Biantara memperlihatkan kepadaku bagaimana viralnya video dimana aku menjambak Nadira dan menyeretnya di lobby Apartemen. Karier wanita itu sudah pasti hancur, dan yang paling menyebalkan adalah Narendra tetap tidak tersentuh karena pria itu tidak terekam. Aaatrrgggghhh, sial, seharusnya dua orang tersebut kena batunya, paling tidak jika Naren viral, dia akan mendapatkan teguran dari atasan. Tidak adil sekali rasanya.

My Innocent MonsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang