Chapter 3

1.9K 128 1
                                        

Sudah satu bulan Xiaozhan menunggu kabar baik dari Riley, tapi hasilnya selalu nihil.
Katanya, ponsel Xiaozhan tidak pernah aktif lagi.

Xiaozhan sempat mengamuk kesal ingin sekali ia cabik-cabik muka si brengsek itu. Tapi mau bagaimana lagi dia sudah mulai melupakannya dan tidak akan mencarinya lagi.

Tapi lumayan juga, karena ponselnya hilang. Yangyang tidak lagi menelpon nya. Kecuali, dia selalu mendatangi Xiaozhan ke kantor untuk meminta maaf.

Terpaksa Xiaozhan masih bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa saat di area kantor nya. Tapi tetap saja Xiaozhan lama-lama semakin muak.

Xiaozhan sedang merapihkan dokumen nya di atas meja, karena pekerjaannya selesai lebih cepat dan tidak terlalu banyak, Xiaozhan memutuskan untuk istirahat lebih dulu.

Dalam lamunannya, terpintas sekelebat tentang mantan kekasihnya. Berkali-kali Xiaozhan memikirkan apa kesalahan yang sudah ia buat sehingga Yangyang bisa setega itu menyakitinya, dia begitu percaya bahwa dia orang yang begitu tulus dan baik, tidak pernah terpintas pikiran kalau pria itu menyakitinya sedalam ini.

Terkadang jika ia teringat masa-masa saat mereka berpacaran dulu, membuat Xiaozhan tiba-tiba menangis.

Saat Sekretaris Yangyang mengirimkan foto Pertunangan mereka membuat sekujur tubuh Xiaozhan membeku seketika. Meski dirinya telah membenci Yangyang, namun jujur saja tidak mudah baginya melupakan pria itu. Apalagi hubungan yang mereka jalin sudah begitu lamanya, segala nya sudah di persiapkan mereka... undangan, pakaian pernikahan, Namun takdir berkehendak lain. Hubungan mereka kandas begitu saja.

Xiaozhan memijat pelan kepalanya yang pening, akhir-akhir ini dirinya memang selalu merasakan pusing dan tidak enak badan. Nafsu makan yang tidak jelas, kadang dia makan banyak atau tidak ada nafsu makan sama sekali.

Suara ketukan pintu terdengar tergesa saat Xiaozhan hendak mengambil air minum di meja. Kemudian ia menoleh dan mendapati Riley masuk dengan raut cemas.

Kemudian ia meraih kedua bahu Xiaozhan, menatapnya penuh khawatir membuat Xiaozhan merasa kebingungan.

"Kau kenapa?" tanya Xiaozhan

"Kau baik-baik saja, Zhan?"

"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? aku baik-baik saja."

"Apa kau sudah lihat?"

Xiaozhan mengerutkan keningnya.

"Yangyang, dia ...." ucap Riley baru setengah

Xiaozhan langsung paham kemudian ia tertawa ringan, lalu menganggukkan kepalanya pelan. "Aku tahu, aku bahkan mendapat kabar nya langsung dari tunangannya."

"Xiaozhan..." panggil nya, menatap Xiaozhan kasihan.

"Aku tidak pa-pa, kau jangan kira aku akan menangis uring-uringan seperti anak gadis. Sudah lah... biarkan saja mereka bahagia." Ujarnya kemudian melepas rengkuhan Riley.

"Aku tau ini berat bagimu Xiaozhan, aku sangat tau kau sangat mencintainya. Aku akan selalu menjadi penyemangat mu ingat, kau jangan sampai sakit."

"Coba lihat, wajahmu kelihatan pucat. Bibirmu kering. Kau belum makan?"

Xiaozhan menggeleng, "Nanti saja, belum ingin."

"Kau tau kalau kau sakit, aku juga yang di salahkan ibumu." protes nya

Xiaozhan tersenyum tipis, dia tidak punya tenaga untuk berdebat dengan Riley. Hari ini kenapa perasaan nya begitu campur aduk.

"Aku tiba-tiba ingin makan Manggis. Bisa carikan buah itu untukku?"

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang