Chapter 17

1.3K 94 2
                                        

Bibirnya terus menuntut Xiaozhan berciuman tanpa henti, menggigit menggoda bibir Xiaozhan. Tangan kanannya meremat jemari istrinya sedangkan satunya lagi mulai membuka satu persatu kancing piyama Xiaozhan.

Xiaozhan sempat menolak, ia tidak suka orang melihat perut nya. Setelah terbuka, Yibo menyudahi ciumannya kemudian berlanjut mencium daerah perut Xiaozhan, naik ke dada dan mengigit nipple Xiaozhan yang mengeras.

Xiaozhan tersentak ketika gigi Yibo menyerang-nya, sensasi antara nyeri dan geli menyebar ke seluruh tubuhnya, membuatnya mengerang tanpa sadar. "Hnn… Yibo jangan…" Suaranya lirih, setengah bergetar antara protes dan sesuatu yang lain.

Saat lidah Yibo melingkari titik sensitifnya, kelopak matanya mengejang, kepalanya terdorong sedikit ke belakang. "Hahh…" Napasnya memburu, dadanya naik-turun tidak beraturan. Xiaozhan berusaha mengangkat tangannya, ingin menolak, tapi genggaman Yibo di jemarinya semakin erat, menahannya tetap di tempat.

Otot perutnya berkontraksi ketika bibir Yibo kembali menelusuri kulitnya, kali ini lebih lembut, lebih lambat dan basah. Sensasi itu membuat Xiaozhan menggigit bibirnya sendiri, seolah bisa meredam getaran di tenggorokannya. Tapi begitu Yibo kembali menggigit-nya, ia kehilangan kendali.

"Nnhh… ah…" Lenguhan kecil lolos dari bibirnya, wajahnya semakin memanas, tidak berani menatap Yibo yang jelas-jelas menikmati setiap reaksi yang ia berikan.

Jari-jari kakinya melengkung, punggungnya sedikit melengkung saat sensasi geli bercampur kenikmatan menguasai tubuhnya. Xiaozhan merasakan kehangatan yang mulai mengikatnya, membuat kepalanya terasa ringan, napasnya semakin pendek. Ia ingin menolak, tapi tubuhnya sendiri berkhianat, menyerah di bawah permainan Yibo yang semakin panas.

Yibo semakin gila saat mendengar suara Xiaozhan yang terengah, tubuhnya bergetar setiap kali bibirnya meninggalkan jejak panas di kulit istrinya.

"Haaa… Yibo, sudaah… ahh, ini menyiksaku…" Xiaozhan protes, tetapi suaranya terdengar lebih seperti rintihan tertahan daripada perlawanan.

Yibo pura-pura tidak mendengar. Matanya yang gelap berkilat, kabut panas sudah memenuhi pikirannya. Xiaozhan ada di bawahnya, napasnya terputus-putus, kulitnya merona dan lembab oleh keringat halus, tubuhnya begitu menggoda hingga Yibo merasa akan rugi besar jika tidak menikmati setiap inci yang tersedia untuknya.

Ia menunduk dan menggigit kulit halus di pinggang Xiaozhan, meninggalkan tanda kemerahan yang langsung terbentuk di sana.

"Haa... sakitt," erangnya lagi tapi tangannya mencengkeram punggung Yibo lebih erat, seperti meminta sesuatu yang bertolak belakang dengan kata-katanya.

Yibo menarik sudut bibirnya, puas melihat reaksi Xiaozhan.

Tangannya mulai menjelajah lebih jauh, menelusuri paha Xiaozhan, menekan lembut dengan ibu jarinya, merasakan bagaimana otot-otot di bawah kulit itu menegang setiap kali dia bergerak lebih intim. Xiaozhan menggeliat di bawahnya, punggungnya sedikit melengkung. Ia berusaha menjaga kontrol atas tubuhnya, tetapi Yibo terlalu lihai, terlalu sabar dalam menyiksa setiap bagian sensitifnya.

Begitu bibir Yibo turun lebih jauh lagi, Xiaozhan kehilangan akal sehatnya. Seluruh tubuhnya terasa terbakar menjalari setiap sarafnya, membuat pikirannya kacau. Ia mengangkat kepalanya sedikit, menatap Yibo dengan mata yang mulai berkabut.

"Yibo… aku nngh…"

Xiaozhan menggeleng, dia tidak sanggup. Dia terlalu takut jika terdengar oleh ibu mertuanya. Bagaimanapun ini bukan niat awalnya, dia hanya ingin mampir bukan bercinta di rumah mertua.

"Ahkk—Wang Yibo! Kau!" Xiaozhan terlonjak kaget, kepalanya langsung jatuh ke bantal saat sensasi itu menyentaknya begitu saja. Jemari kurang ajar Yibo menarik celananya hingga setengah terbuka, dan tanpa aba-aba, mulut sialan itu sudah menyentuhnya di tempat yang paling sensitif.

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang