Xiaozhan terbangun dengan rasa lelah yang masih menguasai. Kepalanya masih terasa berat, dan dadanya sesak dengan emosi campur aduk setelah kejadian semalam. Dia menoleh ke samping dan tidak mendapati Yibo di sisinya.
Dia masuk ke kamar mandi, menyalakan keran air dingin dan membasuh wajahnya, berharap sensasi dingin air bisa membantunya untuk sedikit lebih tenang. Dia menatap pantulannya di cermin, terlihat lelah dan berantakan. Semalam adalah kedua kalinya Yibo bercinta dengannya dalam keadaan marah.
Setelah beberapa saat, Xiaozhan menghela napas panjang kemudian bersiap turun ke lantai bawah. Saat dia melangkah keluar kamar, dia mendengar suara-suara riuh dari dapur dan halaman belakang. Ternyata, semua sudah bangun dan mulai menyiapkan sarapan.
Lucas menyapanya dengan senyum lebar. "Pagi, Zhan! Astaga kau habis mengalami malam panas dengan Yibo, ya." Kata nya lagi dengan nada menggoda, matanya nampak jelas melihat banyak noda di leher Xiaozhan. Tidak akan mereka juga tidak tahu, semalam mereka tidak bisa tidur karena mendengar suara samar dari kamar Xiaozhan.
Xiaozhan hanya tersenyum tipis, tangannya menyentuh lehernya dengan canggung.
"Makanan sudah hampir siap," kata Ruonan sambil mengaduk panci besar berisi sup hangat.
Tidak lama kemudian, Ryan bersama istri dan anaknya muncul dari arah taman belakang, dengan senyum wajahnya.
"Pagi, Zhan," sapanya, dan Xiaozhan hanya membalasnya dengan senyum paksa.
Setelah selesai sarapan, suasana Villa mereka kembali ramai. Anak-anak berlari ke pantai bersama yang lain untuk bermain. Namun, Xiaozhan memutuskan untuk tinggal di dalam karena merasa tidak enak badan. Suasana hatinya sedang buruk, terutama setelah tahu Yibo pergi tanpa pamit. Ketika Xiaozhan bertanya, tak satu pun yang tahu ke mana atau kapan Yibo pergi. Membuat Xiaozhan semakin kesal.
Ia duduk sendirian di sofa, memegang ponselnya erat-erat. Berkali-kali ia menghubungi Yibo, tapi tidak ada jawaban. Hanya ada nada sambung yang terus berulang, mempertegas rasa sakit yang kini memenuhi benaknya. Kenapa Yibo selalu saja meninggalkannya seperti ini!
Ryan, yang baru saja kembali dari mengantar anak-anak, melihat Xiaozhan yang termenung. Ia berjalan mendekat dan duduk di dekatnya. "Zhan..." panggilnya dengan lembut, mengalihkan perhatian Xiaozhan.
Namun, Xiaozhan tetap terpaku pada layar ponselnya, mengabaikan panggilan kakaknya. Hatinya masih kacau. Ia terus berharap Yibo akan membalas panggilan atau pesannya, namun masih tak ada jawaban juga.
"Zhan." Panggilnya lagi, kali ini lebih tegas.
Akhirnya, Xiaozhan mengangkat wajahnya dan menatap Ryan dengan tatapan kesal. "Apa!"
Ryan menghela napas, menatap Zhan dengan penuh perhatian. "Kau kelihatan tidak baik. Kenapa?"
Xiaozhan makin tidak tahan untuk menahan kekesalannya. "Semalam, apa yang kau katakan pada Yibo?"
Dia berpura-pura bingung, mengerutkan keningnya. "Maksudmu, Zhan?"
"Jangan pura-pura tidak tahu," Xiaozhan menggerutu, "Semalam dia terus marah-marah, dan dia bilang itu karenamu."
Ryan tersenyum tipis, seperti menemukan sesuatu yang lucu. "Oh, jadi dia benar-benar marah? Aku hanya main-main Zhan, kenapa reaksinya sehebat itu?"
"Kau bilang apa padanya?" tuntutnya.
Pria itu mengangkat bahu santai, seolah hal ini bukan masalah besar. "Aku hanya bilang kalau aku masih menyukaimu, itu saja."
Xiaozhan mengerang frustasi, tak percaya apa yang baru saja didengarnya. "Kenapa kau harus mengatakan hal seperti itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanfictionSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)