Chapter 46

753 56 8
                                        

Xiaozhan bangun begitu pagi, ia merasa tidak enak badan. Kepalanya berat dan badannya ikut lemas, suara detak jarum jam terdengar begitu pelan, namun cukup mengganggu. Tubuhnya malah ambruk kembali saat mencoba bangun. Rasa pusing yang semakin hebat, membuat nya tak mampu bergerak. Ia sudah merasakan tidak enak badan sejak beberapa hari lalu, tapi ia kira itu hanya sebentar dan ternyata malah semakin parah hari ini.

Untung saja hari ini libur pikir Xiaozhan, dia akan gunakan waktunya untuk istirahat. Sepertinya dia terlalu memporsir tenaganya sehingga membuatnya sakit.

Ia masuk ke kamar mandi, tapi sebelum sampai di sana, Xiaozhan jatuh, tangan dan lututnya menyentuh lantai dingin. Napasnya sedikit berat dengan keringat dingin mulai membasahi keningnya, meski tubuhnya terasa panas.

"Kenapa tiba-tiba begini." gumamnya pelan. Lemas seakan semua tenaga telah tersedot keluar.

Perutnya juga terasa tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang bergerak lambat di dalamnya, sekarang perutnya mulai mengeluh lebih keras. Dia merasa mual, ada dorongan untuk muntah.

Setelah membersihkan diri cukup lama, Xiaozhan pergi ke dapur. Ia tiba-tiba ingin makan bubur dan sup daging, dia memilih untuk memesan makanan online.
Sambil menunggu pesanannya datang, ia duduk sejenak di kursi makan. Perutnya terus mengeluh, Mual kembali menyerang, lebih kuat kali ini.

Di kamar mandi, Xiaozhan muntah. Tidak banyak, tapi cukup membuat tubuhnya semakin lemas. Wajahnya pucat saat menatap pantulan dirinya di cermin.
Kembali ke meja makan, Xiaozhan membuka bungkus bubur dan sup dagingnya yang baru datang. Aroma hangatnya sedikit menenangkan, membuat perutnya terasa lebih baik. Ia meraih sendok dan mulai menyuapkan bubur perlahan-lahan.

"Ahh.." Xiaozhan tiba-tiba kembali mual.

Xiaozhan menurunkan sendok dan menutup mulutnya. Ia meletakkan sendoknya, menyerah. Perutnya benar-benar menolak makanan. Xiaozhan hanya bisa bersandar di kursi, memejamkan mata sambil menenangkan diri.

Ponselnya berdering beberapa saat kemudian, itu panggilan dari Riley.


-
Sedang apa...? Aku mau ke sana, kebetulan Mama datang, dia masak sup daging. Aku akan mengantarkannya untukmu...

"Aku sudah makan, tidak perlu repot."

Tidak repot, aku baru siap mau ke sana.

"Aku ingin istirahat lebih banyak, Riley. Tidak mau di ganggu."

Ahh Xiaozhan tapi-

"Lain kali. Aku juga sudah makan, terima kasih tidak perlu repot sekali lagi."

Terdengar helaan napas di sana,

Hm baiklah... istirahat yang cukup. Kemarin-kemarin kau kelihatannya selalu kecapean. Kalau butuh apa-apa kau tinggal bilang padaku.

"Aku tahu."

Xiaozhan mengehela napasnya panjang, mengusap kening nya yang terasa sakit.
Bahkan hawa napasnya terasa hangat, telapak tangannya juga terasa panas, dan ia bisa merasakan demamnya semakin tinggi.

Tadi dia menolak Riley untuk datang karena dia sedang tidak ingin bertemu, apalagi karena semalam. Dia tidak mau Riley membahas masalahnya dengan Yibo lagi.

Dia kembali ke kamar untuk tidur, berharap sakitnya akan mereda ketika ia bangun lagi nanti.





Xiaozhan terbangun, jam di dinding menunjukkan pukul 8 malam. Tubuhnya masih terasa berat. Dengan susah payah, ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Setelah membasuh wajah dengan air dingin.

"Aku akan pulang ke rumah... Setidaknya ada yang bisa mengurusku di sana," gumamnya pelan.

Besok dia harus pergi ke rumah sakit untuk diperiksa.
Xiaozhan bersiap-siap. Mengenakan pakaian berlapis dan melilitkan syal di lehernya.

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang