Setelah hampir sepuluh hari, akhirnya Xiaozhan diperbolehkan pulang. Tubuhnya sudah bisa bergerak lebih leluasa sekarang, meskipun harus berhati-hati. Namun, satu hal yang membuat hatinya masih terasa hampa adalah karena putrinya masih berada dalam perawatan.
Yibo yang selalu setia menemaninya sejak ia terbangun, kini lebih-lebih protektif dari sebelumnya. Setiap kali Xiaozhan bangun sendiri, Yibo akan segera sigap membantunya, memastikan ia tidak terlalu lelah.
"Pelan-pelan," Yibo dengan cepat menahan punggungnya ketika Xiaozhan mau duduk di tepi tempat tidur.
"Aku baik-baik saja," Xiaozhan menatapnya, setengah kesal.
Yibo tetap tidak melepaskan tangannya dari punggung Zhan, meskipun senyum tipis terbit di bibirnya. "Aku tetap harus memastikan."
Xiaozhan menghela napas, diam saja. Ia tahu, mungkin Yibo masih trauma. Pria itu mungkin tidak pernah mengatakannya langsung, tetapi dia bisa merasakan ketakutan dalam setiap sentuhan dan tatapannya.
Xiaozhan dan Yibo juga sering mengunjungi puterinya sembari Zhan tetap melakukan kontrol lanjutan dan perawatan di rumah untuk memastikan pemulihannya berjalan dengan baik.
Di sana, di dalam tempat perlindungan kecilnya, tubuh kecil puteri mereka berbaring dengan berbagai alat yang membantunya bernapas dan bertahan. Setiap kali Xiaozhan melihatnya, hatinya terasa hangat sekaligus nyeri.
Yibo selalu ada di sampingnya, menggenggam tangannya saat mereka berdiri di depan kaca.
"Imut sekali." Xiaozhan berbisik. "Tapi dia kuat, kan?"
"Pastinya," tangannya menggenggam erat
Mereka sering menghabiskan waktu di rumah sakit, bertanya tentang perkembangan bayi mereka, hingga Xiaozhan akhirnya diizinkan untuk melakukan kangaroo care—
Saat pertama kali suster menyerahkan bayi mereka ke pelukan Xiaozhan, air matanya langsung jatuh.
"Hei." bisiknya lembut.
Bayi mereka tampak begitu mungil dalam balutan selimut kecil. Yibo duduk di sampingnya, tidak berkata apa-apa, hanya menatap mereka dengan mata yang kembali basah.
Setiap hari, Xiaozhan mengulang rutinitas itu. Memeluk, berbicara, mengusap lembut punggung kecil puteri nya.
Sampai akhirnya, dokter sudah menyatakan bahwa bayi mereka sudah cukup kuat untuk pulang.
Hari itu, Xiaozhan menangis haru lagi.
Saat suster menyerahkan bayi mereka dalam selimut putih hangat, Xiaozhan mendekapnya erat, tidak bisa berkata apa-apa selain membiarkan air matanya jatuh. Yibo berdiri di sampingnya, satu tangan melingkari bahu Xiaozhan, sementara tangannya yang lain mengusap lembut bayi mereka dengan penuh hati-hati.
"Akhirnya, kita bisa pulang bersama." Xiaozhan berbisik.
Yibo tersenyum, menatap istrinya dengan penuh kelembutan.
.
.
Rumah Xiaozhan kini dipenuhi dengan kehangatan kedatangan keluarganya lagi. Orang tua Xiaozhan datang lebih awal, begitu juga dengan ibu Yibo. Mereka datang untuk menjenguk cucu mereka yang baru pulang dari rumah sakit. Kunjungan itu terasa berbeda, karena untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, hubungan mereka mulai terasa lebih hangat.
Di dapur, Nyonya Xiao langsung mengambil alih. Kali ini, dia mengajak besannya untuk membantu memasak sup ginseng sehat untuk Zhan. Nyonya Wang, orang yang lebih pendiam dan juga bisa di hitung jari berapa kali mereka pernah mengobrol bersama, kini terlihat lebih santai.
"Aku tidak tahu kalau sup ayam ginseng ini begitu rumit," kata Nyonya Wang sambil mengiris bahan dengan hati-hati.
Nyonya Xiao tersenyum sesaat, memeriksa pot yang sedang mendidih di atas kompor.
"Tidak terlalu sulit sebenarnya, tapi memang butuh waktu lama saja karena harus dimasak lama supaya rasa dan manfaat ginseng nya menyerap sempurna ke dalam kaldu. Bagus untuk pemulihan tubuh."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanfictionSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)