Setelah seharian penuh tidak sadarkan diri, Xiao Zhan perlahan membuka matanya di atas ranjang rumah sakit. Rasa berat di kepalanya disertai nyeri yang menjalar di sekujur tubuh membuatnya meringis. Perutnya terasa sakit setiap kali ia mencoba sedikit bergerak.
Desahan lirih dari bibirnya mengusik keheningan ruangan. Yibo, yang setengah tertidur di sofa dengan tubuh terkulai lelah langsung terbangun. Matanya merah dengan lingkar hitam yang jelas, kelihatan semalam ia tidak tidur. Begitu mendengar suara Zhan,
dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke sisi ranjang.
"Zhan," Suaranya penuh kekhawatiran. Yibo menatap nya dengan mata yang tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Tangannya mengusap lembut surai Zhan, menatap wajah nya yang masih pucat.
"Jangan bergerak terlalu banyak dulu, tubuhmu masih lemah,"
Giliran Xiaozhan yang menatap suaminya dengan pandangan yang tampak lelah dan bingung, "Yibo," suaranya terdengar serak. Ia telah mengingat-ingat apa yang terjadi, dan kepalanya masih terlalu pusing.
Yibo menggenggam tangan lembut itu dengan erat.
"Anakku, Yibo."
"Yibo, bagaimana dengan anakku?"
Yibo, yang menyadari perubahan ekspresi itu, dengan lembut menyentuh perut Zhan, "Jangan khawatir. Dokter bilang dia baik-baik saja. Kamu hanya perlu istirahat."
Air mata sudah menggenang di pelupuk nya. Rasanya lega mendengar kabar itu.
Yibo segera mendekat, mencium kening Xiaozhan dengan lembut.
"Yibo, masalah ini, jangan beri tahu orang tuaku dulu."
"Aku tidak mau mereka khawatir."
Wang Yibo tidak lama langsung mengangguk, "...Tapi Riley tau, Zhan. Dia terus menanyakan kabarmu sejak semalam."
"Jangan pendam semuanya. Jika ingin menangis, menangis lah. Aku menemanimu."
Xiaozhan menghela napasanya, meski masih ada ketakutan dalam hatinya ia berusaha menahannya.
"Aku, baik-baik saja. Aku sangat bersyukur kalau anakku tidak kenapa-kenapa. Aku, takut Yibo."
Yibo merapihkan sedikit selimut Zhan. Mengambil air minum di atas nakas.
"Minum dulu sebentar," kata Yibo, membantu istrinya untuk minum perlahan.
"Cukup?"
Xiaozhan mengangguk.
Yibo kembali duduk di kursi nya.
"Sebenarnya, apa yang terjadi padamu kemarin?Aku sudah mengingatkanmu sebelumnya, jangan pergi sendirian. Ingat tidak??"
"Selalu saja begitu, Kamu pergi tanpa memberitahu ku."
Yibo menatap Xiaozhan dengan sorot mata penuh campuran marah dan khawatir nya.
"Aku cemas setengah mati karena sulit menghubungimu,"
"Saat aku menemukanmu tidak sadarkan diri, aku hampir kehilangan akal. Aku merasa... Aku gagal melindungimu." Yibo menundukkan wajahnya, kedua tangannya mengepal erat di lututnya.
Xiao Zhan menggenggam selimut yang menutupi tubuhnya. Ia mengangkat pandangannya, menatap Yibo.
"Maaf. Aku... Aku pikir aku bisa menyelesaikannya sendiri."
Wang Yibo mengangkat pandangannya juga, langsung memotong, suaranya rendah namun tegas.
"Lelucon macam apa itu?"
Dia tidak bisa menahan rasa kesal nya lagi.
Membuat Xiao Zhan sedikit tersentak. "Kau tidak lihat kondisimu seperti apa sekarang? Kau selalu ceroboh, Xiao Zhan. Kau suka membuatku marah? Atau… kau ini suka sekali membuatku dimarahi ayah dan ibumu? Lalu dikurung seperti dulu dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanficSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)