Chapter 34

971 64 4
                                        

"Wang Yibo, kau mau apa?" tanya Xiaozhan, wajahnya jelas-jelas menunjukkan kepanikan saat Yibo mulai melepas bajunya. Abs yang terpahat sempurna dan otot bisep yang kekar semakin terlihat, membuat Xiaozhan tanpa sadar menelan ludahnya dengan gugup. Dia menarik tubuhnya menjauh, tapi Yibo dengan sigap menariknya kembali dan mengunci kedua tangannya dengan kuat.

"Memakanmu,"

Xiaozhan langsung merona hebat mendengar jawaban Yibo yang tanpa basa-basi itu. "Kau-kau gila!" Xiaozhan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Yibo, tapi cengkeraman itu terlalu kuat.

Yibo menyeringai, matanya tajam menatap Xiaozhan yang kini terlihat seperti kelinci ketakutan. "Gila? Aku rasa kau yang memprovokasi, Xiaozhan," suaranya rendah dan penuh nada menggoda. "Kau yang terus menatapku seolah ingin lebih, tapi sekarang malah bertingkah seperti ini."

"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan." Xiaozhan memalingkan wajahnya dengan canggung, mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya. Namun, Yibo tidak memberinya kesempatan untuk menghindar.

Dengan lembut, Yibo memiringkan wajah Xiaozhan untuk kembali menatapnya. "Kau tidak pandai berbohong," bisiknya, suaranya menurunkan nada menjadi lebih dalam. "Aku bisa melihatnya dari caramu menelan ludah tadi. Kau suka apa yang kau lihat, bukan?"

Xiaozhan membelalak, matanya membelot tajam pada Yibo. "Aku tidak pernah mengatakan itu." protesnya.

Yibo hanya tertawa pelan, membuat Xiaozhan semakin kesal dan malu. "Kenapa reaksimu selalu sewot? Tidak ada salahnya aku menginginkan nya, kan. Kita juga pasangan sah. Padahal kita juga sudah beberapa kali melalukannya. Aku sangat menginginkan nya, Zhan."

"Apa kau tidak merindukan ku juga?" Yibo berbisik, tangan satunya bergerak turun ke pusat Xiaozhan.

Xiaozhan semakin panik mendengar bisikan mesum Yibo. Wajahnya memerah hingga ke telinga, membuatnya semakin terlihat manis di mata Yibo. Ia berusaha keras untuk menjaga wajahnya tetap tegas, tapi kegugupan yang terpancar dari matanya terlalu jelas.

"Yibo," Xiaozhan menggigit bibir bawahnya.

Yibo sama sekali tidak berniat berhenti. Napas hangat Yibo terasa di wajah Xiaozhan, membuat jantungnya berdebar semakin kencang.
Ia berusaha mendorong dada Yibo yang keras bagaikan tembok. Tapi, dorongannya justru membuat Yibo semakin menahan tubuhnya.

"Kau tahu, aku sangat merindukan suara manjamu setiap kali kau memanggil namaku di tempat tidur," bisik Yibo dengan menggoda, sambil menelusuri garis rahang Xiaozhan dengan jarinya. "Atau ekspresimu yang selalu membuatku kehilangan kendali."

Xiaozhan memalingkan wajahnya, mencoba melarikan diri dari kontak mata intens Yibo.

Yibo menekan tubuhnya lebih dekat, membuat Xiaozhan terpojok di ranjang. "Apa kau benar-benar tidak merindukanku? Tidak merindukan bagaimana aku menyentuh setiap inci tubuhmu, membuatmu berteriak namaku tanpa henti?"

Wajah Xiaozhan semakin panas, tangannya yang tadi mendorong Yibo kini gemetar.

"Aku... aku lelah," Xiaozhan mencoba menggunakan alasan untuk menghentikan Yibo. Tapi Yibo hanya terkekeh.

"Lelah? Baiklah," Yibo akhirnya melonggarkan cengkeramannya sedikit, membuat Xiaozhan menghela napas lega. Tapi napasnya langsung tertahan ketika Yibo menambahkan, "Kalau begitu, biar aku yang bekerja lebih keras malam ini. Kau tinggal menikmatinya."

Mata Xiaozhan membelalak, dan sebelum ia sempat protes lagi, Yibo sudah membungkuk dan menyapu bibirnya dengan ciuman, membuat Xiaozhan tak berdaya untuk melawan.

Xiaozhan tidak bisa menghindar atau melawan lagi. Karena tubuhnya letih sejak sore tadi, ia tidak bisa mengimbanginya. Xiaozhan mulai pasrah dan mengikuti alur yang suaminya buat.
Di bawah tubuh Yibo, Xiaozhan menerima semua perlakuannya. Pemuda ini melumat bibirnya tanpa ampun, menggigit, bahkan menyusupkan lidahnya lagi. Sementara tangannya kini mulai melepaskan kancing kemeja Xiaozhan satu persatu.

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang