"Wang Yibo, kamu mau apa?" tanya Xiaozhan, wajahnya jelas-jelas menunjukkan kepanikan saat Yibo mulai melepas bajunya. Abs yang terpahat sempurna sekarang dan otot bisep yang kekar semakin terlihat, membuat Xiaozhan tanpa sadar menelan ludahnya gugup. Dia menarik tubuhnya menjauh, tapi Yibo dengan sigap menariknya kembali dan mengunci kedua tangannya dengan kuat.
"Memakanmu."
Xiaozhan langsung merona hebat mendengar jawaban Yibo yang tanpa basa-basi itu.
"Jangan gila." Xiaozhan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Yibo, tapi cengkeraman itu terlalu kuat.
Yibo menyeringai, matanya tajam menatap Xiaozhan yang kini terlihat seperti kelinci ketakutan. "Gila? Aku rasa kamu yang memprovokasi, Zhan."
Suaranya rendah dan penuh nada menggoda. "Kamu yang terus menatapku seolah ingin lebih, tapi sekarang malah bertingkah seperti ini."
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan."
Xiaozhan memalingkan wajahnya dengan canggung, mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya. Namun, Yibo tidak memberinya kesempatan untuk menghindar.
Dengan lembut, Yibo memiringkan wajah Xiaozhan untuk kembali menatapnya. "Kamu tidak pandai berbohong," bisiknya, suaranya menurunkan nada menjadi lebih dalam. "Aku bisa melihatnya dari caramu menelan ludah tadi. Kamu suka apa yang kamu lihat, kan?"
Xiaozhan membelalak, matanya membelot tajam pada Yibo. "Aku tidak pernah mengatakan itu." protesnya.
Yibo hanya tertawa pelan, membuat Xiaozhan semakin kesal dan malu. "Kenapa reaksimu selalu sewot? Tidak ada salahnya aku menginginkan nya, kan. Kita juga pasangan sah. Padahal kita juga sudah sering melalukannya. Aku sangat menginginkan nya, Zhan."
"Aku mau mengambil hadiah ku."
"Apa kamu tidak merindukan ku juga?" Yibo berbisik, tangan satunya bergerak turun ke pusat Xiaozhan.
Xiaozhan semakin panik mendengar bisikan mesum Yibo. Wajahnya memerah hingga ke telinga, membuatnya semakin terlihat manis di mata Yibo. Ia berusaha keras untuk menjaga wajahnya tetap tegas, tapi kegugupan yang terpancar dari matanya terlalu jelas.
"Yibo," Xiaozhan menggigit bibir bawahnya.
Yibo sama sekali tidak berniat berhenti. Napas hangat Yibo terasa di wajah Xiaozhan, membuat jantungnya berdebar semakin kencang.
Ia berusaha mendorong dada Yibo yang keras bagaikan tembok. Tapi, dorongannya justru membuat Yibo semakin menahan tubuhnya.
"Kamu tahu, aku sangat merindukan suara manjamu setiap kali kamu memanggil namaku di tempat tidur," bisik Yibo dengan menggoda, sambil menelusuri garis rahang Xiaozhan dengan jarinya. "Juga ekspresimu yang selalu membuatku kehilangan kendali."
Xiaozhan memalingkan wajahnya, mencoba melarikan diri dari kontak mata intens Yibo.
Yibo menekan tubuhnya lebih dekat, membuat Xiaozhan terpojok di ranjang. "Kamu benar-benar tidak merindukanku? Tidak merindukan bagaimana aku menyentuh setiap inci tubuhmu, membuatmu berteriak namaku tanpa henti?"
Wajah Xiaozhan semakin panas, tangannya yang tadi mendorong Yibo kini gemetar.
"Aku... aku lelah." Xiaozhan mencoba menggunakan alasan untuk menghentikan Yibo. Tapi Yibo hanya terkekeh.
"Lelah? Baiklah," Yibo akhirnya melonggarkan cengkeramannya sedikit, membuat Xiaozhan menghela napas lega. Tapi napasnya langsung tertahan ketika Yibo menambahkan, "Kalau begitu, biar aku yang bekerja lebih keras malam ini. Kamu tinggal menikmatinya."
Mata Xiaozhan membelalak, dan sebelum ia sempat protes lagi, Yibo sudah membungkuk dan menyapu bibirnya dengan ciuman, membuat Xiaozhan tak berdaya untuk melawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
Fiksi PenggemarSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)