Matahari belum sepenuhnya naik ketika Xiao Zhan sudah bangun lebih awal dan sibuk di dapur. Berdiri di depan meja dapur tengah membuat beberapa Muffin untuk dibawa ke rumah.
Tangannya lihai mencampur adonan, menuangkannya ke dalam cup kertas, lalu memasukkannya ke dalam oven. Aroma manis mulai memenuhi udara, menambah suasana hangat pagi hari. Rencana nya hari ini adalah pergi ke rumah orangtuanya karena ada keluarga dari jauh yang akan datang berkunjung lagi. Sudah hampir beberapa tahun sejak mereka terakhir kali bertemu, terlalu sibuk dan terhalang oleh jarak antarnegara.
Yibo baru saja bangun sekitar jam 10 pagi. Masih setengah mengantuk, hanya mengenakan celana dan bertelanjang dada. Rambutnya berantakan, sementara pandangannya tampak malas menyapu ruangan saat ia keluar dari kamar, mencari Xiaozhan.
Mendengar suara dari dapur, Yibo segera menyusul dan begitu melihat Xiaozhan berdiri membelakanginya sambil mengaduk adonan, senyum nakal menghiasi wajahnya.
"Pagi, sayang," bisiknya lalu mencium pipi Xiaozhan dengan manja.
Membuat Zhan sedikit tersentak, dan hampir saja menjatuhkan mangkuk adonan di tangannya. Dia langsung merasa risi, terutama karena Yibo masih membawa aroma samar dari kegiatan mereka semalam. "Yibo, pergi mandi dulu," Xiaozhan setengah kesal sambil menghindari suaminya yang ingin memeluk.
"Zhan... " godanya sambil mengecup leher Xiaozhan dengan lembut ketika melewatinya.
"Xiao Zhan..." Yibo mengulangi, kali ini sedikit lebih keras sambil bersandar di pintu kulkas dengan botol air yang baru ia ambil.
"Apa Yibo?" Xiaozhan menoleh dengan alis terangkat,
Yibo menatap Xiaozhan sambil tersenyum miring, jelas menikmati bagaimana istrinya berusaha menahan rasa jengkel. "Apa itu semua untukku? Kue pagi spesial dari istri tercinta?" Godanya sambil menunjuk oven dengan dagu.
Xiaozhan mendengus sambil memutar bola matanya. "Untuk keponakan ku, bukan kamu. Kalau mau, silakan ambil sisanya nanti,"
Yibo tertawa kecil mendengar nada tajam yang dilontarkan Xiaozhan, tapi bukannya pergi, ia malah berjalan mendekat lagi. "Kau kenapa galak sekali Zhan, ini masih pagi." Ucap Yibo sambil menyandarkan dagu di bahu Zhan.
"Yibo!" Xiaozhan buru-buru menyikut tubuh Yibo agar menjauh. "Aku serius. Pergi mandi. Kau bau."
Yibo tertawa keras, tetapi akhirnya mengalah. "Baiklah, baiklah."
Xiaozhan menghela napas, ia menahan senyum kecil yang hampir muncul di bibirnya. "Aku harus cepat berangkat ke rumah Mama. Kau juga harus ikut."
Yibo berhenti sejenak, kemudian menarik tubuhnya untuk mendekat lagi, "Mereka sudah berkunjung ke sini beberapa hari yang lalu."
"Aku lupa beritahu kamu."
Xiaozhan meletakkan mangkuk adonan terakhirnya dan berbalik menghadap suaminya, "Hari ini, Paman ku mau datang berkunjung. Hm... dia kakak nya Papa."
"Aku baru tau Papa punya seorang kakak."
Yibo penasaran sedikit
"Karena aku tidak pernah cerita soal ini.
Hubungan mereka cukup erat sampai sekarang meski keduanya tidak terikat hubungan darah sama sekali. Masih saling berkomunikasi dengan baik."
"Ahh bukan saudara kandung rupanya."
"Uhm." Xiaozhan mengangguk, "Kata Papa, dulu ketika istri kakek meninggal dan selama perjalanan hidupnya dia bertemu dengan nenek."
"Kedua orang tua mereka sama-sama memiliki anak ketika mereka akan menikah, dari nenek dia punya... ayahku. Sedangkan dari kakek, dia punya Paman Dan. Tapi karena kakek dan nenek bercerai ketika ayah dan Paman masih remaja, mereka terpaksa harus berpisah. Kakek membawa pergi Paman Dan ke negara asalnya lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanfictionSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)