Chapter 18

1.3K 93 3
                                        

Yibo pun keluar dari apartemen, dia mau pergi ke bengkel temannya.

Bengkel Hao Xuan tidak begitu ramai dengan anggota nya. Sebagian dari mereka tengah asik duduk mengobrol sambil merokok dan minum di area luar lalu beberapa sedang mengotak-atik motor.

Bau oli dan bensin langsung menyergap hidungnya. Senyum tipis mengembang di bibir Hao Xuan begitu melihat Yibo datang.

"Oii," sapa Hao Xuan santai, ia melepas sarung tangannya lalu menepuk bahu Yibo.

Yibo menoleh lalu membalas senyum seadanya.

"Akhirnya manusia ini datang juga,"

Yibo mengangkat sekilas kedua alisnya, "bisa mati kebosanan aku kalau terus di rumah."

"Motormu kenapa?"

"Tidak papa, aku cuma cek mesin nya. Seperti biasa, aku ingin mempersiapkan," jawab Hao Xuan, jari-jari cekatannya kembali sibuk dengan baut dan kabel.

"Di mana?"

"Tempat biasa lah. Malam ini,"

Yibo mengangguk dengan bibir manyun, matanya menangkap beberapa anggota lain yang sedang asik bercanda. "Oke, aku ikut. Tapi semoga saja aku yang menang," katanya sambil tertawa

Hao Xuan berdecih. "Lihat nanti. Kita siap jam 9."

Yibo mengangguk, matanya berbinar jika sudah menyangkut kegemarannya. Selain mengharapkan uang nya, dia sedang menghindari Xiaozhan.

"Zhou cheng mana?"

"Pergi dengan Lin yun, mungkin sejam yang lalu mereka pergi."

Yibo tercekat, akhir-akhir ini mantan kekasihnya selalu pergi dengan Zhou cheng. Dia tau mereka berdua teman dekat tapi rasanya aneh kalau mereka sering pergi bersama. Karena dirinya masih mencintai perempuan itu.

Hao Xuan yang tersadar pun langsung merasa tidak enak, dia tahu betul kalau Yibo mungkin saja kesal atau cemburu. Meski sudah menjadi mantan, tetap saja ia merasa Yibo masih mencintainya.

"Hm... Lin yun ada urusan mendadak, dia minta Zhou cheng mengantarnya." Lanjut Hao Xuan

"Yibo, kau mau minum? rokok?"
Kata teman nya yang lain, "kemari-kemari,"

Yibo mengangguk kecil, dia ikut duduk bersama rekannya yang lain dan ikut minum, merokok bersama. Mereka bercerita dan bertukar topik namun Yibo sendiri hanya diam menikmati bir kaleng tanpa niat ikut dalam obrolan.

Sejak tadi Hao Xuan memperhatikan nya, lalu dia jadi teringat kalau Yibo sudah menikah. Dia masih tidak percaya.

30 menit kemudian, datang Bowen dan Jiyang dari arah belakang, mereka baru selesai memasak Mie.

"Jangan dekat-dekat dengan pacarku!" Kesal Hao Xuan melempar handuk kecil yang sudah kotor dengan oli ke arah Bowen. Dia kesal sekali karena Bowen ini selalu sengaja membuat hatinya panas dan terus dekat-dekat dengan kekasihnya.

"Hao Xuan!" Protes Jiyang, karena handuk itu hampir mengenainya.

Hao Xuan menyengir, "Maaf sayang, niatku untuk memukul dia." Tunjuk nya pada Bowen, yang kemudian di balas delikan sinis dari temannya itu.

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang