Xiaozhan terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa berat hingga berdenyut sakit. Mengerjap perlahan, memusatkan pandangan ke sekitar.
Suara batuknya cukup untuk menyadarkan Riley yang tengah berpakaian.
"Kau banyak minum semalam, kepalamu sakit?"
Xiaozhan mengangguk pelan, "Sedikit," merasakan tenggorokannya kering karena mabuk semalam.
"Tunggu di sini. Aku siapkan air hangat dan obat untukmu."
Setelah beberapa menit, Riley kembali membawa segelas air hangat dan beberapa butir obat penghilang pengar.
"Terima kasih," bisiknya pelan setelah meneguk air tersebut. Matanya menatap Riley sejenak sebelum beralih ke lantai, "aku merepotkanmu semalam."
Riley hanya tersenyum sambil mengusap bahu Xiaozhan dengan lembut.
"Bibi tadi menelponku, dia khawatir. Aku lupa mengabari Bibi kalau kamu menginap. Nanti aku antar kamu pulang."
Xiaozhan mengangguk, "Aku juga lupa."
"Hari apa sekarang, kamu pergi kerja?" Tanyanya karena Riley sudah rapi dengan pakaian formal nya.
"Hari Rabu, aku ada rapat pagi ini."
Xiaozhan terdiam sejenak, itu mengingatkannya pada rutinitas yang sudah lama ia tinggalkan.
Ia mendesah pelan,
"Aku sudah lama tidak ke kantor," gumam Xiaozhan pelan, lebih kepada dirinya sendiri.
Riley, yang tengah merapikan dasinya, tersenyum simpul. "Aku tahu. Tapi kamu masih butuh istirahat."
"Aku sudah tidak sakit, kalau aku tidak menyibukkan diri. Kepalaku sakit karena memikirkan banyak hal."
Riley berhenti sejenak, kemudian mendekati Xiaozhan dan duduk di sebelahnya di tempat tidur. "Pulihkan kesehatanmu dulu. Istirahat, Jangan pikirkan hal-hal itu sekarang. Fokus untuk pulih dulu, Zhan."
Xiaozhan menghela napasnya lalu hanya mengangguk pelan.
"Aku antar kamu pulang setelah kita sarapan, cepat bangun lalu cuci muka. Aku siapkan susu hangat untukmu nanti."
Xiaozhan tersenyum, "Terima kasih, Riley. Kau baik sekali."
"Aku memang selalu baik hati, sayang." Dia membalas dengan nada lebih ceria, berusaha mengangkat suasana hati Xiaozhan yang muram. "Jangan khawatir soal pekerjaan. Kantormu akan tetap ada di sana saat kamu siap kembali."
"Mn."
Setelah sarapan, Riley mengantar Xiaozhan pulang ke Rumahnya. Membantu nya duduk, memastikan Xiaozhan nyaman sebelum akhirnya langsung berpamitan lagi.
"Aku harus berangkat sekarang. Kamu istirahat dulu. Nanti aku telepon kamu untuk cek keadaanmu lagi."
Xiaozhan mengangguk pelan. "Mn, terima kasih sudah mengantarku. Hati-hati di jalan."
Riley mengusap bahu Xiaozhan sebentar, kemudian berjalan menuju dapur untuk berpamitan kepada ibu Xiaozhan yang sedang sibuk membuat kue. "Bibi, aku mau pamit."
Ibu Xiaozhan yang sedang memasukkan adonan ke dalam oven menoleh, "Apa tidak mau minum teh dulu. Bibi baru mau buatkan."
Riley menolak dengan halus, "Aku buru-buru sekarang."
"Hm baiklah... terima kasih sudah menjaga nya."
Nyonya Xiao meletakkan secangkir teh hangat yang baru dibuatnya di meja. "Kamu pucat, sayang," menatap anaknya begitu khawatir. "Kamu baru satu hari pulang dari Rumah Sakit kenapa malah keluyuran."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanficSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)