Chapter 40

1.1K 59 3
                                        

Pagi yang sama seperti pagi sebelumnya, Yibo terbangun di samping Xiaozhan, orang yang kini ia cintai. Pergerakan nya lembut menggeser tubuhnya untuk lebih dekat, menyelipkan beberapa helai yang menutupi mata. Merasa terganggu, Xiaozhan mengerang pelan dengan mulut sedikit manyun. Yibo tidak bisa menahan senyum saat melihat nya.

Xiaozhan membuka matanya dan tatapannya langsung bertemu dengan Yibo. Dia mengerjap pelan, masih sedikit bingung karena baru saja bangun, tapi begitu melihat Yibo tersenyum padanya, ia juga tidak bisa menahan senyumnya.

Xiaozhan menggeliat lagi, tubuhnya terasa sedikit berat karena baru bangun tidur. Yibo refleks menahan bahu Xiaozhan agar tidak terlalu banyak bergerak, tangannya tetap lembut mengusap pipi Xiaozhan yang terasa hangat.

"Tidurmu nyenyak ya." Ujar Yibo dengan suara serak khas pagi hari, senyumnya tidak luntur dari wajahnya.

Xiaozhan hanya mengangguk pelan, matanya yang masih sedikit mengantuk menatap Yibo. "Uhm... Kamu bangun lebih awal, tumben sekali."

"Bagaimana aku bisa tidur lebih lama kalau aku punya pemandangan seindah ini setiap pagi?" Godanya sambil kembali menyelipkan beberapa helai rambut Xiaozhan yang berantakan.

Wajah Xiaozhan merona, ia mencoba berpaling, tapi Yibo dengan cekatan menahan dagunya dengan lembut, memaksa Xiaozhan untuk kembali menatapnya.

"Yibo," Xiaozhan memprotes pelan, suaranya terdengar manja. Tapi senyuman kecil di bibirnya mengkhianati usaha kerasnya untuk terlihat marah.

Dia mendekatkan tubuhnya, meletakkan kepalanya di dada Yibo, mendengarkan detak jantung yang stabil di dalam dadanya. "Kau terus menatapku seperti itu, aku tidak bisa tidur lagi," kata Xiaozhan sambil menutup matanya.

Yibo tertawa pelan, menunduk dan mencium puncak kepala Xiaozhan. "Kalau begitu, aku akan terus menatapmu. Aku tidak mau kau tidur lagi, aku ingin menikmati pagi ini bersamamu."

Xiaozhan mengangkat kepalanya sedikit, tangannya terangkat, jemarinya menyentuh rahang Yibo dengan lembut. Ia mencengkeram ringan.

"Kau... sejak kapan jadi begitu romantis padaku?"

Yibo tersenyum tipis. "Sejak menyadari kalau aku tidak mau kehilanganmu," jawabnya lembut, matanya tetap terfokus pada Xiaozhan.

Xiaozhan tertawa kecil, tangannya yang tadi berada di rahang Yibo kini turun dan memukul pelan bahunya. "Hah, kata-katamu terlalu manis. Apa itu bagian dari jurus rayuanmu?"

"Tidak," Yibo menjawab sambil menggenggam tangan Xiaozhan yang baru saja memukulnya. Ia membawa tangan itu ke bibirnya, mengecupnya dengan lembut. "Aku yakin kau bisa merasakan ketulusanku."

Xiaozhan merasa detak jantungnya sedikit lebih cepat, namun berusaha menyembunyikannya dengan tertawa kecil. "Kau pandai sekali membuatku tersipu pagi-pagi begini," ujarnya sambil mencubit keras pipi Yibo.

Yibo juga tertawa lagi, kemudian tatapannya perlahan berubah, dia malah teringat dengan makan malam mereka semalam. Ia menahan perasaannya, tapi tetap saja rasa cemburu itu muncul lagi. Xiaozhan begitu akrab dengan sepupunya. Mereka bercanda dan tertawa bersama, sementara Yibo hanya bisa duduk di sisi lain, merasa sedikit diabaikan.

Xiaozhan memperhatikan perubahan mimik Yibo. "Ada apa? Kenapa tiba-tiba mukamu jadi masam begitu."

Yibo menggeleng pelan. "Tidak ada," jawabnya cepat, tapi matanya menghindari tatapan Xiaozhan. "Hanya saja... semalam itu, aku—"

Xiaozhan mengerutkan alisnya, "Maksudmu?"

Yibo akhirnya menatap Xiaozhan lagi, ragu-ragu untuk beberapa detik sebelum akhirnya mengaku, "Aku merasa... cemburu."

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang