Yibo menatap Xiaozhan yang tampak jauh lebih tenang dalam tidurnya. Sorot matanya penuh kehangatan bercampur rasa bersalah yang dalam. Menyadari betapa rapuhnya Xiaozhan, betapa besar luka yang masih ditanggung istrinya hingga kini.
"Zhan..."
Jarinya menyusuri wajah itu dengan lembut, berhenti di sudut bibir nya. Pikirannya melayang, memikirkan semua yang telah ia lalui bersama– dari awal pertemuannya yang penuh konflik hingga saat ini, saat keduanya mencoba memperbaiki semua yang rusak.
Xiaozhan menggeliat pelan, wajahnya mengerut kecil seperti menolak sinar matahari pagi yang menerobos masuk dari celah tirai. Yibo menghalanginya dengan tangan, memastikan silaunya tidak mengganggu. Tapi Xiaozhan perlahan membuka matanya, sedikit buram, sebelum akhirnya pandangannya jatuh pada suami nya yang sedang duduk di sampingnya.
Yibo tersenyum kecil, menunduk mendekati Xiaozhan. "Tidurmu nyenyak?"
Xiaozhan mengangguk pelan.
Yibo ikut mengangguk dan membantu nya yang ingin duduk. "Aku buatkan sesuatu untuk sarapanmu, ya."
Xiaozhan menggeleng menolak.
"Pagi ini, biar aku yang mengurusmu." Ucap Yibo
Xiaozhan sempat terdiam, menatap Yibo. Lalu akhirnya mengangguk juga.
"Tunggu di sini. Aku buatkan kamu bubur hangat. Jangan ke mana-mana." Dia membenarkan posisi selimut Xiaozhan sebelum pergi ke dapur.
Xiaozhan tersenyum tipis melihat punggung Yibo yang mulai menjauh. Ia bersandar kembali, di sudut hatinya masih terbayang kejadian semalam. Dia merasa bersalah pada Yibo.
Sekitar empat puluh menit menunggu, akhirnya Yibo kembali dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur, segelas susu, dan beberapa potong roti panggang.
"Aku memang tidak sebagus kamu di dapur, tapi setidaknya aku sering belajar dulu. Pasti rasanya tidak terlalu buruk, apalagi ini hanya bubur." Ucap Yibo sambil mulai menyuapi Xiaozhan
Xiaozhan tertawa kecil, suaranya itu membuat Yibo merasa sedikit lebih lega.
"Enak?"
Xiaozhan mengangguk, "lumayan."
"Ibu bagaimana. Harusnya aku bantu ibu, dia sudah kerepotan membantuku mengurus Yiran."
"Ibu baik-baik saja, aku lihat dia juga sedang membuat sarapan untuk Yiran. Katanya lebih baik kamu istirahat dulu. Aku juga sudah bilang, kalau aku mengurus semua yang kamu butuhkan pagi ini."
Xiao Zhan tersenyum hangat lalu menyuap kembali buburnya. "Aku tidak menyangka kamu akan menjadi perhatian seperti ini."
Yibo hanya tersenyum tipis, jarinya mengusap sudut bibir Xiaozhan.
"Yibo, " Xiaozhan terdiam sejenak, "... Aku minta maaf kalau aku menyusahkanmu."
Yibo menatap Xiaozhan dengan lembut, memiringkan kepalanya seolah pernyataan itu terlalu menyakitkan untuk didengar. "Menyusahkan? Kamu tidak menyusahkanku. Jangan berpikir seperti itu lagi."
Xiaozhan menghela napas nya, "bukankah aku memang menyusahkan? Kadang aku merasa aku tidak cukup kuat untuk menghadapi semuanya. Aku tidak mau kamu merasa terbebani karena aku."
Yibo mengulurkan tangannya, menggenggam jemari Xiaozhan yang dingin. "Aku terbebani karena rasa bersalahku sendiri. Karena aku tahu, kalau saja aku bisa lebih baik dari dulu, mungkin kamu tidak akan terluka sebanyak ini."
Itu membuat dada Xiaozhan sesak. Bibirnya bergetar, ia buru-buru menunduk.
Xiaozhan menggigit bibirnya pelan, menahan gejolak di dadanya yang semakin sulit dikendalikan. Jemarinya yang digenggam Yibo terasa hangat, berbeda dengan dinginnya hatinya sendiri yang diliputi rasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
Fiksi PenggemarSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)