Xiaozhan menuruni anak tangga dengan langkah hati-hati, saat itu Ryan yang melihatnya langsung membantu menuntun. Sedangkan Lucas menghela napasnya perlahan seraya menggeleng pelan, kemudian tersenyum saat bertemu pandang dengan Xiaozhan.
"Bagaimana keadaan mu sekarang?" Tanya nya, mereka beriringan menuju meja makan.
Xiaozhan duduk perlahan, "uhm kadang aku masih merasa sakit di bagian kepala dan perut." Jawab Xiaozhan, tatapan nya tidak bisa bohong. Kalau Xiaozhan masih merasakan kesedihan di sana.
"Aku turut prihatin dengan semua yang kamu alami. Jangan terlalu bersedih ya, masih ada kami yang selalu ada dan mendukung mu."
Xiaozhan tersenyum tipis seraya mengangguk kecil.
"Kapan kalian datang? Aku tidak tahu."
"Tadi sore, kita datang sepertinya kamu sedang istirahat."
"Di mana yang lain?"
"Sudah balik, kalau ayah... masih mengurus pekerjaan di Shanghai, kita berdua juga tidak akan lama di sini. Kau juga tahu, kita masih sibuk. Kita ke sini karena khawatir mendengarmu kecelakaan, Zhan."
"Ah Xiaozhan, keponakanmu kemarin menangis minta ikut kami, mau bertemu denganmu lagi, ingin makan kue buatanmu juga katanya, rasanya enak." Tutur Lucas sambil tertawa ringan.
"Ah, sayang sekali... mereka tidak ikut. Aku pasti buatkan lagi untuk mereka."
"Mereka harus sekolah."
"Untuk mu, pakai lah Zhan." Lucas menyerahkan jam tangan hitam pada Xiaozhan.
"Repot-repot sekali memberiku ini. Tapi terima kasih, nanti aku pakai. Jam nya keren."
"Pakai terus, kau tahu... Aku susah payah mendapatkan jam tangan itu. Ini edisi terbatas, asal kau tahu." Kata Ryan bermuka datar, membuat Xiaozhan berdecak sambil mencebikkan bibirnya.
"Kalian sedang membicarakan apa, serius sekali rupanya." Sambut Nyonya Xiao dari belakang bersama sang suami yang baru datang.
Lucas tersenyum ringan, "Bukan apa-apa, Bi."
Nyonya Xiao menggeleng pelan, menghela napasnya kemudian duduk di kursi nya.
"Di mana makanan nya? Kenapa cuma ada ini-ini saja." Protes Nyonya Xiao, "Bi... apa belum siap semua masakannya... astaga, ini sudah jam berapa."
"Sebentar lagi, akan siap. Maaf, maaf Nyonya." ujarnya, tidak lama kemudian semua masakan tersedia di meja makan. Semuanya mulai makan dengan tenang.
Ketika semuanya sudah selesai, orangtua Zhan sudah lebih dulu kembali ke kamar nya. Menyisakan Xiaozhan bersama dua sepupunya di meja makan. Xiaozhan lebih dulu pergi dari kursinya, dia menghampiri Bibi Lin yang sedang mengangkut piring-piring kotor untuk segera di cuci.
"Bibi," panggilnya
"Ah iya, Tuan Zhan perlu sesuatu?" Bibi Lin berbalik, membersihkan tangan yang penuh sabun.
Xiaozhan mengigit bibirnya sebelum berbicara, "Tolong antarkan makanan untuk Yibo, dia di kamar. Kasihan, dia belum makan dari siang sepertinya."
"Ah, iya nanti bibi siapkan setelah ini."
Xiaozhan berdecak langsung melemparkan protesnya, "Sekarang. Dia nanti kelaparan."
"Jangan lupa, nanti tolong rawat dia... bersihkan dan obati lukanya. Aku tidak tahan melihatnya."
"Ah, iya iya.. maaf Tuan Zhan. Hmm, apa ada lagi?"
Xiaozhan menggeleng tapi sedetik kemudian dia berbalik lagi, "Yibo, tidak suka daun bawang dan wortel jadi pisahkan itu dari makanan nya. Mengerti, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanfictionSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)