Chapter 49

865 61 27
                                        

"Bagaimana??" Tanya tuan Xiao

"Aku sudah menemukan lokasi terakhirnya, tapi kenapa baru memberitahu kami sekarang? Seharusnya kalian langsung menghubungi ku saat itu, aku khawatir dengannya."

"Kami sempat langsung melaporkan nya ke polisi dulu.. tapi mereka masih dalam pencariannya."

Ryan menghela napasnya, dia tak pernah menyangka sebelum nya jika Xiaozhan akan menghilang seperti ini.

"Ada alat pelacak di jam tangan nya, itu hanya jaga-jaga jika terjadi sesuatu padanya. Sekarang... hal ini terjadi. Aku dengan adikku akan ke lokasinya sekarang."

Orang tua Xiao Zhan sempat terdiam tapi karena hal itu juga bisa membuatnya sedikit tenang, keberadaan Xiaozhan akhirnya di ketahui.

"Bagus, cari dia sampai ketemu."
Ayah nya benar-benar khawatir sekarang. Xiaozhan menghilang cukup lama, dan Yibo menantunya juga ikut menghilang. Entah apa yang terjadi pikirnya.

"Aku pikir aku akan bawa Papa juga." Tutur Ryan yang serius membuat Paman nya melirik dan menatapnya bertanya-tanya, "Aku tidak asing dengan lokasi Xiaozhan berada."

Kedua orangtua Xiaozhan semakin cemas, dia sampai melibatkan adik dan keponakan tirinya untuk mencari Xiaozhan. Itu membuatnya berpikiran kalau Anaknya berada dalam bahaya. Di sisi lain, Riley yang sejak tadi ada di sana, hanya menyimak dengan kebingungan.

"Kalau begitu biarkan kami ikut juga nak, aku sangat khawatir," Ujar nyonya Xiao lirih

"Mn. Tetap dalam pengawasan anak buah ku. Tapi lebih baik kalian tidak ikut." Ia pikir itu akan merepotkan.

"Tidak. Biarkan kami ikut." Kata Tuan Xiao

"Aku, aku juga." Susul Riley

Lucas dan Ryan hanya saling melirik dan menghela napasnya. Kemudian terpaksa mengangguk.

Ryan dengan adiknya sudah bersiap bersama anak buah mereka.

"Aku akan menghancurkan mereka jika ada yang berani menyakiti Xiaozhan," gumam Lucas, cukup membuat Ryan meliriknya sekilas dengan anggukan

Setelah beberapa jam, mereka akhirnya tiba di lokasi yang terletak di sebuah area terpencil, dikelilingi oleh hutan. Sebuah gedung yang hampir tak terlihat dari jalan utama berdiri angkuh di kejauhan. Sudah mereka berdua duga, dia kenal dengan tempat itu. Bahkan dia sempat ke sana satu bulan yang lalu untuk mengurus bisnis bersama ayahnya. Pantas saja para Polisi sulit menemukan keberadaan mereka. 

Lucas mengepalkan tangannya. "Brengsek. Apa yang mereka lakukan pada Xiaozhan."

Mobil mereka berhenti di depan gerbang tinggi yang dikelilingi kawat mengelilingi seluruh rumah besar itu. Ryan turun lebih dulu, auranya begitu dingin berjalan santai ke depan. Di sana terdapat dua penjaga berbadan besar.

Mereka tidak melawan, melainkan melihat dengan  terkejut saat dia datang. Mereka malah memberikan penghormatan sopan.

"Buka." Perintahnya.
Beberapa mobil telah masuk ke pekarangan luas di sana.

Nyonya Xiao menggenggam tangan suaminya, berdoa agar anak mereka baik-baik saja. Lucas menggertakkan giginya, matanya memindai setiap sudut, mencari keberadaan Xiaozhan.

"Cari Xiaozhan" 

Ryan melirik ke arah anak buahnya dan memberikan isyarat singkat untuk menyebar dan mengamankan semua ruangan. Mereka melanjutkan berjalan melewati lorong panjang menuju ruang bawah tanah. Suara langkah kaki mereka terdengar jelas di lantai marmer dingin, dan tidak ada satu pun orang yang berani menghentikan mereka. Semua penjaga rumah itu tahu siapa yang ada di hadapan mereka.

My Young Husband [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang