Chapter 19

1.7K 119 8
                                        

Siang berganti sore, Xiao Zhan tetap mengurung diri di dalam kamar. Yibo yang awalnya sibuk dengan ponselnya, mulai merasa gelisah. Bagaimana cara menghadapi Xiaozhan?

Kehidupan pernikahannya sangat membuatnya hampir gila. Bisa-bisa dia mati muda.


"Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan," gumamnya.


Baiklah, Yibo akan mengalah lagi. Ia tahu kalau dia yang salah, ia yang sudah membuat Zhan marah. Ia harus meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya.

Begitu ya.

Yibo bangkit dari duduknya, ia pergi ke kamar dan mengetuk pintu itu dengan pelan.

"Zhan, buka pintunya Zhan. Aku mau bicara."

Tidak ada jawaban. Yibo mengetuk lagi, kali ini lebih keras.

"Xiaozhan, buka pintunya."

Masih hening.

Kemudian pintu kamar terbuka setelah beberapa saat,  menampilkan wajah Zhan yang cemberut karena kesal, dia baru saja bangun dari tidurnya karena di ganggu suaminya.

"Kamu menggangu tidurku, Yibo."

"Aku tidak tau kalau kamu tidur, Zhan."

"Maaf."

Xiaozhan memutar bola matanya malas, menepis Yibo agar minggir dari jalannya. Ia pergi ke dapur sambil menguap lebar. Menuangkan air di gelas dan langsung meneguknya habis. Sementara Yibo ikut memperhatikan, ia menghela napasnya sebelum bicara.

Bersebrangan di meja Bar, Yibo bertanya.
"Kamu masih marah?"

Tapi Xiaozhan hanya menghendikkan bahunya, berjalan ke ruang tengah sambil memakan buah pir. Dia duduk di sofa sambil menekan tombol remot tv.

"Zhan," panggilnya pelan setelah ikut duduk di sisi Xiaozhan. "Aku tahu aku salah, maafkan aku."

Yibo beranjak dari duduknya untuk mengambil kunci motor. Rencananya Ia akan mengajak Zhan jalan dan sekalian makan di luar.

Semoga saja ini berhasil,
gumamnya lagi sambil tersenyum.

"Zhan, kamu mau keluar malam ini? Sekalian kita makan malam di luar."

Xiaozhan menggeleng tanpa menatap Yibo, "Tidak mau," katanya, matanya masih melihat acara TV.

Yibo tersenyum tipis, menghembuskan napasnya. Ia harus ekstra menahan sabar. "Ayolah, Zhan. Kamu jangan marah terus begitu."

"Maafkan aku, Zhan."

"Tidak mau."

"Zhan,"

"Zhanzhan," Yibo tidak menyerah membujuk Xiaozhan.

Zhan menghela napasnya kemudian mengangguk.

Yibo tersenyum lega.

"Aku mau jalan keluar tapi bukan berarti aku memafkanmu, aku masih marah." Ujarnya melihat suaminya yang kini senyuman nya kembali pudar.

Yibo mengangguk saja, setidaknya Xiaozhan mau dia ajak. Masalah memaafkan atau tidak, itu urusan nanti.

"Baiklah, sebentar aku mandi dulu," ujar Yibo karena dirinya belum mandi sejak pagi.



"Pakai mantel dulu, di luar mungkin dingin untuk kamu," kata Yibo sambil mencari sebuah mantel nya di lemari.

Sedangkan Xiaozhan tengah duduk di ujung ranjang memperhatikan Yibo yang berusaha bersikap baik.

My Young Husband [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang