Sepanjang perjalanan pulang, Yibo terus memikirkan perlakuan Lin Yun. Rasa kesal dan cemburu masih membara di dalam dirinya. Dia tidak menyangka Lin Yun akan begitu saja mengabaikannya dan malah menunjukkan perhatian kepada Zhoucheng.
Saat tiba di apartemen, Yibo langsung masuk ke dalam dengan perasaan muram. Dia menyalakan lampu, namun suasana di apartemen terasa sepi. Tempat yang biasanya dipenuhi oleh cerewet istrinya terasa kosong.
Yibo masuk ke kamar, berharap menemukan Zhan sedang tidur. Tapi, kamar itu kosong dan sunyi. Dia memeriksa kamar mandi, tapi tidak ada di sana juga.
Yibo menjadi gusar. Zhan belum juga pulang. Dia kesal dan marah. Tidak mengerti mengapa dia belum juga pulang, padahal sudah larut malam.
Dia tidak ada niatan untuk pulang lagi?!
"Xiaozhan," gumam Yibo dengan suara yang teredam.
Yibo menghempaskan tubuhnya ke sofa.
Setelah beberapa saat, Yibo akhirnya memilih pergi beristirahat saja. Tubuhnya terasa sangat lelah akibat emosi yang membebani pikirannya. Tanpa mengganti pakaian atau membersihkan diri, ia rebahkan tubuhnya di atas Sofa.
Mata Yibo terpejam berbeda dengan kepalanya yang masih dipenuhi dengan pikiran berat. Dia malah merasa kesepian. Dalam lelahnya, Yibo akhirnya tertidur.
.
.
Yibo baru saja membuka matanya setelah tertidur lama. Dia melihat jam yang saat itu sudah pukul 9 pagi.
Sofa nya yang lumayan sempit membuatnya sedikit susah bergerak, ia selalu hampir jatuh jika terusik dari tidurnya. Akhir-akhir ini cuaca sedang dingin-dinginnya, dia hanya memakai selimut yang di ambil dari kamar Xiaozhan.
Yibo tidak berani untuk tidur di kamar, takutnya Xiaozhan tiba-tiba datang. Yibo baru sadar, Xiaozhan sepertinya masih belum pulang.
Yibo menarik napas dari tenggorokan nya, lalu duduk.
Semalam dia menunggu Xiaozhan, tapi ternyata penantian nya sia-sia. Ingin menghubungi Xiaozhan tapi dia gengsi dan tidak mau Xiaozhan menyangka dirinya bersikap terlalu perhatian.
Setelah bangun tidur, membuat kepalanya merasa pusing. Dia mengambil selimutnya yang jatuh lalu melipat nya dengan asal. Kemudian pergi ke dapur untuk minum. Ia melihat meja makan yang kosong, perutnya tiba-tiba merasa keroncongan, makanan yang terakhir ia makan hanya bubur buatan ibunya.
Biasanya Xiaozhan yang akan menyiapkan masakan apapun itu, meski tidak terlalu enak. Xiaozhan tetap menghidangkannya dengan baik, dia terlihat seperti istri yang baik.
Yibo mengeluarkan panci dan mulai memasak air, ia menyiapkan mangkuk dan juga mie instan.
Hanya 5 menit mie nya sudah matang. Ia membawanya ke meja makan.
Menyantapnya terburu-buru ketika mie nya sudah agak dingin. Begitu lahap seperti belum makan berhari-hari. Yibo mengelap hidungnya yang basah, kemudian matanya melihat ke sekeliling nya. Sepi dan hening. Berbeda saat adanya Xiaozhan bersamanya, meskipun tidak akur. Setidaknya tempat mereka terasa hidup, setiap saat pasti ada saja celetukan atau keributan.
Dia tidak tau kapan Xiaozhan akan pulang, dia tidak ada niatan untuk menyusul apalagi membujuk nya untuk pulang. Melainkan Yibo saat ini tengah berusaha ingin memperbaiki hubungannya dengan Lin Yun, dia selalu menghubungi wanita itu tapi dia selalu mendapat penolakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Husband [END]
FanfictionSiapa sangka pertemuan yang salah kaprah bisa menyeret Xiao Zhan pada pernikahan tak terduga dengan Wang Yibo-seorang pria yang awalnya hadir dengan niat terselubung. Namun takdir mempermainkan mereka: dari pertemuan yang salah hingga pernikahan yan...
![My Young Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/371965456-64-k86016.jpg)