Bismillahirrahmanirrahim
Guys, ramein Instagram ainggg dong biar semangat terus update nya 😔
Vote and komen!!!!
"Sayang ".
Syifa yang disibukkan dengan melipat pakaian itu langsung menoleh menatap sang suami yang memanggil. "Iya mas?".
"MasyaAllah, istri mas lagi berberes, ya?" tanya nya yang dibalas oleh syifa dengan senyuman. "Sini, mas bantu ". Ia mengambil pakaian yang sudah dilipat untuk disimpan di lemari pakaian.
"Eh, gak usah mas. Biar aku aja".
Rasyid menoleh sebelum menyimpan pakaian itu. "Gak apa-apa sayang, kitakan sama-sama saling membantu. Dan lagian pekerjaan seperti ini bukan hanya untuk para istri melainkan untukpara suami juga". Ia pun langsung menaruh pakaian itu di tempat yang seharusnya. Sedangkan syifa. Wanita itu mengernyit bingung dengan ucapan suaminya.
"Bukannya, pekerjaan rumah emang kewajiban untuk para istri ya, mas?,".
Rasyid tersenyum tipis, ia ikut duduk disamping syifa. "Bukan sayang. Jadi kewajiban para istri itu adalah mentaati suaminya. Misalkan, kalau mas nyuruh kamu buat masak maka wajib bagi kamu untuk melakukan nya".
Syifa manggut-manggut dengan bibir yang membulat. "Terus kewajiban suami apa?".
"Kalau untuk kewajiban suami adalah menafkahi istrinya baik dalam bentuk pakaian, rumah ataupun yang lain".
"Nah kalau untuk pekerjaan seperti ini, Islam mengajarkan kepada kita untuk saling membantu terhadap pasangan agar tetap harmonis, bukan hanya bergantung pada kewajiban saja".
"Dan mas melakukan semua ini, hanya untuk meringankan pekerjaan istri dan istri pun senang. Bukan begitu, sayang?".
Syifa terkekeh kecil, ia mengacungkan kedua jempolnya. "Bener".
Rasyid. Pria itu terkekeh kecil dengan gelengan kepala terlalu gemas melihat tingkah istrinya.
"Oh iya, sebentar siang mas mau keluar sebentar sama Hanif, kamu di rumah aja, ya?, jangan keluar kemana-mana".
"Mas Rasyid mau kemana, sama Hanif?".
"Jadi gini sayang..."
Setelah mendengar penjelasan suami, wanita itu hanya mengangguk. "Yaudah, kalau mas mau bantu Hanif, aku gak masalah kok".
Pria itu mengangkat tangannya mengelus rambut syifa dengan lembut. "Kalau begitu, mas siap-siap dulu, ya".
...
Siangnya. Kedua pria itu berpencar sampai pada akhirnya disibukkan dengan mencari apa Syila inginkan.
Rasyid. Pria itu masuk ke dalam toko yang kebetulan tak ramai pembeli, maklum dikarenakan hari yang begitu panas.
"Permisi, maaf pak, apa disini ada buah Lontar?"
"Buah Lontar?" Pedagang buah itu mengangkat alisnya
Rasyid mengangguk, ia menunjukkan foto buah Lontar di ponselnya. "Buah seperti ini, apa bapak menjualnya?".
Pedagang itu menggeleng. "Tidak mas".
"Apa bapak tahu dimana ada yang jual buah seperti ini?".
Lagi-lagi ia menggeleng,"waduh, kalau untuk itu saya gak tahu tapi biasanya buah seperti itu jarang banget ditemui disini". ".
Rasyid hanya mengangguk-anggukan kepalanya menanggapi ucapan pedagang itu. "baik pak. Yasudah kalau begitu saya permisi, assalamualaikum".
"Waalaikumussalam ".
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasyifa ( rasyid & syifa )
Teen FictionAku sama sekali tak menyangka bahwa aku akan mendapatkan suami seperti ustadz rasyid yang di idamkan para wanita. Pernikahan yang tidak pernah syifa bayangkan. Dia menikah dengan seorang anak pemilik pesantren yang terkenal. Namanya rasyid khaerunn...
