Bismillahirrahmanirrahim
Jangan lupa sholawat sebelum membaca
Follow Instagram @ikaa.riska dan wattpad_riska
Utamakan follow😁
Selamat membaca🌻
•
•
•
S
etelah beberapa saat, akhirnya barang-barang syifa yang ingin dibawa ke pesantren sudah selesai. Merasa pegal gadis itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang, begitu pun dengan syila, ia ikut merebahkan tubuhnya di samping adik nya itu.
Syifa mengusap lehernya. Sesuatu yang ia inginkan pun mulai terbayang-bayang.
"Es krim". Lirih nya dengan raut wajah sedih.
Mendengar itu, syila menoleh menatap adiknya itu yang sedang menghayal.
"Mau es krim?". Tanya syila membuat syifa mengangguk cepat. Ia tahu, bahwa sekarang ini adiknya itu pasti ingin es krim.
"Yaudah, yuk kita cari es krim di luar. aku yang traktir".
"Beneran?".
Syila mengangguk,"iya".
"Hore!, Let's go!".
...
"Eummm, enak banget". Gadis itu terus menyantap es krim rasa coklat nya yang begitu menggunggah selera. Namun bukan hanya itu, ia juga membeli es krim vanila yang dipegang oleh syila.
"Makan es krim boleh, tapi jangan sampai belepotan gini", syila mengambil sebuah tissu di dalam tas nya kemudian membersihkan mulut adiknya itu yang dipenuhi dengan coklat.
"Habis nya enak sih".
Mendengar itu, syila hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.
Tiba-tiba saja ekspresi wajah gadis itu seketika berubah menjadi sedih dan berhenti menyantap es krim nya.
"Kenapa dek?" Tanya syila sedikit memiringkan kepalanya menatap raut wajah adiknya itu.
"Nanti kalau gue udah di pesantren, yang beliin gus es krim siapa dong?", Ia menoleh menatap kakaknya itu,"kan cuma lo yang sering traktirin gue es krim". Ucap nya dengan bibir yang mengerucut.
"Bagus dong, uang kakak gak berkurang lagi deh". Ucap syila dengan santainya
Mendengar itu, syifa mendecak kesal.
Melihat ekspresi wajah syifa membuat syila terkekeh kecil,"bersyanda".
"Udah..., Mendingan kamu makan es krim itu sebelum mencair".
Syifa pun kembali menyantap es krim itu. Dan Setelah memakan banyak waktu untuk menghabiskan es krim itu. Mereka pun langsung berdiri dari duduknya.
Setelah ini mereka akan langsung pulang, karna sebelum pergi, ia hanya diberikan waktu satu jam oleh gali keluar rumah.
"Sekarang kita pulang, nanti ayah nyariin lagi". Ucap syila
"Tunggu". Ucap syifa menahan kakaknya itu melangkah
"Apa lagi syifa?". Tanya syila
Indra penglihatan syifa teralihkan pada seorang pria yang berjas hitam dipadukan dengan celana warna hitam. Setelah ia amati, ia merasa pria itu tak asing baginya.
"Bukan nya itu hanif ya syil?". Tanya syifa, ia menunjuk pria yang tak jauh dari pandangan nya.
Syila pun menoleh menatap pria yang ditunjuk oleh syifa, sesekali ia membola mata setelah berhasil mengenali pria itu,"hanif?". Batin nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasyifa ( rasyid & syifa )
Ficção AdolescenteAku sama sekali tak menyangka bahwa aku akan mendapatkan suami seperti ustadz rasyid yang di idamkan para wanita. Pernikahan yang tidak pernah syifa bayangkan. Dia menikah dengan seorang anak pemilik pesantren yang terkenal. Namanya rasyid khaerunn...
