Bismillahirrahmanirrahim
Utamakan follow sebelum baca
Follow Instagram
_ikaa.riska
Wattpad_riska
Vote 450 dan komen 400!
Ingat!, aku bakal cepet update tergantung dari vote dan komen kalian!
Jangan lupa share cerita ini ke temen-temen kalian
Selamat membaca 🌻
•
•
•
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya gadis itu telah tiba di depan rumah hanif. Untung saja ada angkutan umum sehingga mudah baginya sampai di rumah hanif.
Tok.tok tok.
"Hanif, ini aku syifa".
Tok.tok.tok
"Hanif, kamu ada di dalem?". Ucapnya dengan suara yang cukup keras. Namun, masih tak ada jawaban.
Ceklek.
Pintu rumah itu pun terbuka, namun bukan hanif ataupun keluarga nya yang membuka pintu itu melainkan irt.
"Cari siapa ya neng?".
"Saya cari hanif, hanif nya ada?".
"Oh, itu neng, hanif hari ini nikah dan beberapa menit yang lalu dia sudah pergi ke rumah mempelai wanita".
Deg!
Syifa terdiam kaku, buih-buih air matanya sudah menetes rasa sakitnya semakin tak terkendali. Dengan cepat ia menggeleng kuat, tak percaya. "Gak, ini gak mungkin".
"Kalau neng gak percaya, datengin aja rumah mempelai wanita nya".
"I-ibu tau nama perempuan yang akan menikah dengan hanif?".
"Iya neng, kalau gak salah namanya syila".
Deg!.
Syila?, nama itu...
"Ibu tahu dimana alamat rumah mempelai wanita nya?". Tanya syifa memastikan bahwa yang ia pikirkan tidak seperti itu.
"Di jln, matahari neng".
Sesak, lagi-lagi ia merasakan rasa sakit itu. Sungguh, ia masih belum percaya jika yang akan menikah dengan hanif adalah syila. Tubuhnya hampir oleng, untung saja ia segera menyandarkan tubuhnya di tembok.
"Gak, ini gak mungkin, syila gak mungkin ngelakuin itu".
...
Setelah menempuh perjalanan yang membutuhkan waktu beberapa menit, akhirnya gadis itu sampai di kediaman keluarga nya. Namun, netranya tertuju pada sebuah papan yang bertuliskan 'happy wedding hanif dan syila '.
Hal itu membuat syifa terdiam terpaku dengan pandangan yang kosong. Apakah ini mimpi?
Tanpa berlama-lama lagi ia pun melangkah memasuki rumah nya itu namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat seseorang berhasil menahan tangan nya.
Gadis itu menoleh,"gus?".
Iya, pria itu adalah gus rasyid.
"Gus, lepasin saya gus, saya ingin masuk kesana". Ucapnya
"Tidak usah ya syifa lebih baik kita pulang".
Syifa menggeleng cepat,"gak, saya gak mau". Tolak nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasyifa ( rasyid & syifa )
Ficção AdolescenteAku sama sekali tak menyangka bahwa aku akan mendapatkan suami seperti ustadz rasyid yang di idamkan para wanita. Pernikahan yang tidak pernah syifa bayangkan. Dia menikah dengan seorang anak pemilik pesantren yang terkenal. Namanya rasyid khaerunn...
