🌼 S E P U L U H

1.7K 110 7
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*








Present








Pagi hari, waktu dimana semua orang sedang siap-siap untuk membuka restoran di jam makan siang nanti. San dan Seonghwa sedari tadi menyibukkan diri dengan potongan sayur, sambilan menyiapkan bumbu di dapur. Ditengah ketenangan itu tiba-tiba suara teriakan heboh Jongho mengejutkan mereka.

Tanpa basa-basi lagi, keduanya meletakkan pisau lalu mencuci tangan dan berlari ke depan melihat apa yang terjadi pada adik kesayangannya mereka.

"Hyung !" panggil Jongho. Pria gembul itu duduk lemas di salah satu kursi dengan nafas tersengal.

"Apa yang terjadi ? Kenapa kau kelihatan panik ?"

Seonghwa bertanya tidak kalah heboh, bersama dengan Yunho dan juga Hanbin yang sepertinya baru saja merapikan peralatan makanan di meja.

"Kalian sudah lihat videonya ?" tanya Jongho.

"Video ? Video apa ?"

Pria gembul itu merogoh saku celananya, mencari sesuatu di dalam ponselnya lalu membuka channel Youtube yang menampilkan sebuah video seorang wanita familiar sedang berbicara didepan kamera.

Jongho menyodorkan layar ponselnya ke hadapan San dan pria itu menontonnya seksama. San kenal wanita dalam video itu, begitu pula mereka semua.

Itu, Kwon Minyoung.

"Coba baca judulnya !" perintah Jongho.

AKU MENDAPATKAN KEKERASAN DAN PELECEHAN DARI STAFF RESTORAN P.A YANG SEDANG NAIK DAUN DI GANGNAM.

San membaca sebait judul clickbait yang tertulis di bagian atas video. Itu membuatnya cukup terkejut.

Isi dalam rekaman penjelasan wanita itu berbicara tentang pelayan yang tidak lain adalah Matthew, ia berkata kalau Matthew menarik kameranya secara paksa ketika ia ingin melakukan review makanan.

Wanita itu juga menambah bumbu dengan cerita palsu yang menuduh mereka mengucapkan kata-kata kasar yang menghina fisik dan lainnya. Tidak lupa juga soal bagian usir paksa yang San lakukan.

Wanita itu juga menangis di dalam video karena ia merasa telah di sakiti secara mental oleh pelayanan mereka dan menuntut ganti rugi. Sudah jelas kalau semua itu bohong dan hanya air mata palsu belaka.

Wanita itu sudah menyelipkan video pembicaraan mereka dan membuatnya terkesan seperti mereka bersikap kasar. Entahlah, San tidak mengerti cara mengubah video, yang pasti kejadian aslinya tidak seperti itu. Adegan di dalam video berisi rekaman yang sudah di edit sedemikian rupa, jelas berbeda.

Ketika ditelisik lebih lanjut, video wanita tersebut baru di upload tiga hari yang lalu di kanal Youtube bernama Ms.Kwon dengan jumlah pengikut sudah mencapai satu koma tiga juta orang. San dan yang lainnya hampir terkejut saat mengetahui penonton video tersebut sudah menyentuh angka tujuh ratus ribu lebih sekarang. Ketika mereka menjelajah isi komentar, tidak sedikit orang yang menghujat dan memaki mereka. Masyarakat membela wanita itu.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang