A story inspired by Jongho OST - A Day
*
*
*
I miss you all day long
I want to turn back our time
No matter what day comes, I remember you
I will engrave your name deep into my heart
*
*
*
Present
Udara malam ini lebih dingin dari hari kemarin.
Kalau tidak salah menurut berita, suhu Korea saat ini berada di antara 19 derajat. Perkiraan cuacanya sudah memberikan tanda akan datang hujan kecil.
Harusnya Wooyoung menghindari keluar malam.
Harusnya Wooyoung berdiam diri di rumah untuk membuat secangkir coklat panas sambil menonton hiburan televisi atau membalut diri dalam selimut tebal yang hangat. Seharusnya itu yang ia lakukan.
Tapi lihatlah ini.
Katakanlah Wooyoung sudah gila.
Bagaimana bisa Wooyoung dengan kesadaran yang penuh kembali lagi ke tempat ini padahal ia sendiri sadar kalau ia hanya akan terluka, lagi. Ayolah, apa yang ada di dalam pikiran Wooyoung sebenarnya ?
Padahal Wooyoung sendiri yang meminta pria itu pergi dan jangan menemuinya lagi, tapi ia sendiri pula yang datang ke tempat dimana mungkin saja, mereka bisa bertemu. Wooyoung rasa ucapan yang keluar dari mulutnya hanya berisi dusta dan dusta.
Tidak peduli seberapa keras ia mengontrol dirinya supaya tidak melewati batas lagi, pada akhirnya ia tetap kalah dengan suara hatinya yang berkata lain.
Hari itu, hari dimana Wooyoung melihat sosok San terakhir kali, banyak sekali penyesalan yang datang padanya. Mungkin memang benar ia terluka, benar ia ingin menyalahkan San, tapi munafiknya ia tidak pernah berharap San benar-benar menghilang dari hidupnya. Wooyoung masih ingin melihat pria itu.
Sebelas tahun Wooyoung menunggu.
Sebelas tahun pula Wooyoung menahan rindu dan rasa sakit sendirian. Bagaimana bisa ia melepaskan San dengan mudah saat pria itu sudah ada sedekat ini dengannya ? Bagaimana ia bisa melakukan itu ?
Wooyoung harus akui, ia masih mencintai San.
Sangat, sangat mencintai pria itu malah.
Semua sikap acuh dan rasa benci yang Wooyoung perlihatkan, itu semua bohong. Wooyoung bahkan harus susah payah memaksakan diri untuk berlaku kasar pada pria itu. Pada akhirnya semua sikapnya seperti boomerang yang berbalik menyakiti dirinya sendiri. Ia hanya akan menangisi San lagi, dan lagi.
Ada beberapa waktu Wooyoung ingin mengatakan pada San kalau ia masih sangat berharap pada pria itu. Namun pada akhirnya semua kalimat itu hanya menggantung di dalam kepalanya. Wooyoung tidak ingin terbuai lagi karena suasana dan membuatnya terlihat lemah. San tidak mencintainya, itulah yang Wooyoung percaya selama ini dan mungkin benar.
Wooyoung tidak ingin menjadi bodoh karena cinta untuk yang kedua kalinya. Wooyoung terlalu takut dengan perasaan yang tidak terbalas. Ia tidak ingin terluka dengan kenyataan, San tidak mencintainya.
![A Day | WOOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/360362540-64-k86213.jpg)