🌼 E M P A T P U L U H E M P A T

1.3K 107 7
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*






Present






Yunho membuka matanya perlahan ketika waktu menunjukkan pukul 8.15 pagi. Gendang telinganya berdengung ketika Yunho mencoba bangkit berdiri dari posisi tidur. Puncak kepala yang terasa begitu berat membuatnya berakhir kembali jatuh, ia tidak berdaya. Pandangannya juga terus berputar-putar.

"Hahh ... "

Yunho mendesah pasrah.

Mata Yunho turun ke bawah, sebuah lengan kekar melingkari pinggangnya dari arah belakang. Yunho menjambak rambutnya sendiri saat bayang-bayang ingatan dari hari kemarin menerjangnya tiba-tiba.

Bar, alkohol dan juga Song Mingi.

Memori Yunho seolah kembali terkumpul menjadi satu dan menampar Yunho sampai ia membelalak sempurna. Tunggu dulu—apa yang sudah terjadi ?

Di hempasnya tangan itu dari tubuhnya dan Yunho spontan terduduk diranjang, menghiraukan pusing yang menerjangnya karena berdiri secara tiba-tiba.

Mingi dan dirinya ? Bagaimana bisa ?

Yunho menyingkap selimut, perlahan mengintip, dan menemukan dirinya telanjang tak berbusana.

Ketika Yunho melirik Mingi, kondisi pria itu juga sama sepertinya. Yunho menemukan pakaiannya berserakan di lantai, dan tentu pria itu pun sama.

Tidak mungkin.

Yunho menepuk pipi kirinya sendiri, berharap ini hanya mimpi, tapi tidak, ini nyata. Desahan berat berhembus lewat bibir Yunho. Sialannya, ia ingat.

Malam mereka kemarin, Yunho mengingatnya.

Dari awal ketika mereka bercumbu di depan pintu, lalu ketika Mingi melepas sisa pakaian ditubuhnya, sampai ketika pria itu menggagahinya di kasur ini.

Ia juga ingat dengan desahan laknatnya sendiri.

Yunho membekap wajahnya frustasi, rasanya ingin berteriak kesal tapi ada sesuatu yang menahannya.

Kebodohan.

Yunho menyalahkan Mingi, tapi ia juga membenci dirinya sendiri. Kalau Yunho tidak minum kemarin malam, ini semua tidak akan pernah terjadi. Mingi mungkin tidak sadar ketika mereka melakukannya.

"Aishh ... !"

Yunho bersumpah ia tidak suka mengumpat, tapi kali ini ia sungguh ingin menyumpahi siapa saja.

Semua sudah terlambat sekalipun Yunho menyesal karena malam kemarin tidak akan bisa lagi diubah.

Yunho mencoba menelan kembali kekesalannya.

Yunho berusaha menetralkan akal sehatnya agar ia bisa berpikir dengan jernih. Rasanya sungguh aneh tidur dengan pria asing yang hampir tidak ia kenal.

Ah—tidak, Yunho mengenal Mingi. Hanya saja ia tidak tahu seperti apa pria itu, selain fakta bahwa mereka pernah bertemu beberapa kali sebelum ini.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang