🌼 E M P A T P U L U H E N A M

1.1K 104 6
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*







Present









Wooyoung masih memikirkan hal yang sama.

Pagi tadi, ketika Wooyoung bertemu dengan Kang Yeosang, tanpa sadar, ia seperti mulai curiga pada pemuda itu. Wooyoung belum menceritakan pada Yeosang soal kunjungannya semalam. Pemuda itu juga bersikap biasa saja seakan tidak ada masalah.

Wooyoung tidak bermaksud ingin menaruh firasat buruk pada Yeosang, hanya saja ia penasaran atas dasar apa sahabatnya itu sampai harus berbohong.

Wooyoung mencoba mencari jawaban semalaman.

Ya, memang sebenarnya hal ini tidak penting, tapi entah kenapa Wooyoung ingin tahu alasannya. Ia juga ingin bertanya langsung, tapi satu sisi ia ragu.

Pada akhirnya Wooyoung hanya bisa menafsirkan rasa penasarannya dengan tebakan asalnya sendiri.

"Ini laporan mingguan dari tim lapangan Yeouido, kau bisa baca dulu. Aku sudah jadwalkan meeting untuk pembahasan lebih lanjut di minggu depan, hari Rabu. Beberapa poin penting juga sudah aku highlight, jadi kau boleh lebih fokus ke bagian itu."

Yeosang sambil meletakkan sebuah map coklat di atas meja. Ekspresi wajahnya datar, terlihat polos.

"Hmm, terima kasih."

Sepertinya pemuda Kang itu juga mulai menyadari sorot aneh Wooyoung sedari tadi sampai-sampai ia juga turut memperhatikan penampilannya sendiri.

"Ada yang aneh denganku ?" tanyanya penasaran.

Wooyoung tersontak kaget. "Huh ?"

Kening Yeosang berkerut menanggapi jawaban itu. "Kau melihatku terus dari tadi. Apa ada yang salah dengan bajuku ? Apa aku terlihat aneh? Oh, jangan bilang kalau kau membuat masalah lagi kemarin ?"

"Tsk, kenapa kau selalu berpikir kalau aku akan membuat masalah ? Memangnya aku tidak boleh melamun ? Aku juga sedang memikirkan sesuatu."

"Sesuatu ? Apa ? Ngomong-ngomong, aku belum mendapat jawaban soal kemana saja kau kemarin."

"Hanya mencari udara segar sebentar keluar kota."

Sebelah alis mata Yeosang terangkat. "Sendirian ?"

"Ya, memangnya siapa lagi yang bisa aku ajak ?"

"Kau tidak pernah mengambil cuti saat sakit, lalu tiba-tiba kau tidak datang dan hanya mengabariku lewat pesan. Menurutmu aku tidak panik ? Paling tidak beritahu aku juga supaya aku tidak terkejut."

Wooyoung mengalihkan fokus ke layar komputer. "Aku sengaja. Karena kalau aku beritahu kau pasti akan melarangku pergi atau memaksa untuk ikut."

"Kapan aku melarangmu melakukan sesuatu ? Aku bahkan tidak punya hak dan kalau pun punya juga, apa kau mau mendengarku ? Selama ini kau selalu menganggap nasihatku angin lalu kan ? Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja, aku memberi nasihat juga karena aku masih peduli padamu. Kau tidak memberitahuku kemana kau pergi, lalu kalau tiba-tiba sesuatu terjadi padamu, bagaimana ? Aku bisa apa ? Siapa yang bisa bantu ?" hardik Yeosang.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang