A story inspired by Jongho OST - A Day
*
*
*
I miss you all day long
I want to turn back our time
No matter what day comes, I remember you
I will engrave your name deep into my heart
*
*
*
Present
"Kenapa kau berdiri di sana ?! Bahaya ! Apa yang kau pikirkan ? Jung Wooyoung, katakan sesuatu !"
Wooyoung tidak bisa menjawab apapun saat suara teriakan marah dari sosok pria di depannya masuk ke indera pendengarannya. Entahlah, sulit untuk di percaya kalau, Choi San ada disini. Rasanya sangat mustahil bisa melihat San sekhawatir ini padanya.
Pria itu baru saja memeluknya dan ini terasa nyata, tapi juga, seperti mimpi di waktu yang bersamaan.
Tidak, tidak, apa yang Wooyoung harapkan ?
Pemuda itu melepas pelukan San yang masih setia melingkar di pinggangnya, ia menjauhkan diri dan tanpa ia sadari, sikapnya itu membuat San kecewa.
Wooyoung hanya sedang mencoba menjaga dirinya sendiri dari ekspetasi yang akan ia buat. Kalau San seperti ini ia akan semakin sulit merelakan pria itu.
"K–kenapa ... kau bisa ada disini ?"
Bola mata kosong Wooyoung menghindari tatapan tajam San. Wooyoung menundukkan kepalanya, ia lebih memilih meratapi sepatu pantofel hitam yang mengkilap. Jari-jari kakinya sakit sekali sedari tadi.
"Kau sendiri kenapa ?" balas San. "Kenapa kau ada disini sendirian malam-malam ? Bukannya hari ini hari pertunanganmu ? Acaranya ... sudah selesai ?"
Suara San mengalun halus di telinga Wooyoung.
Tidak ada nada mengintimidasi di dalamnya.
Wooyoung akui, ia selalu menyukai perhatian kecil yang San berikan untuknya. Tapi sekarang, ia ingin San berhenti melakukan itu, karena ia mulai goyah.
Bagaimana cara Wooyoung menjelaskan ini ?
Baru minggu yang lalu Wooyoung dengan percaya dirinya mengatakan kalau ia akan menikah dengan Mingi dan ingin mengakhiri semuanya, lalu ini ? Ia kembali lagi dengan tidak tahu malunya di keadaan yang menyedihkan seperti sekarang ? Kira-kira apa yang San pikirkan tentangnya setelah ini ? Bisa jadi San menganggapnya merepotkan seperti dulu, atau pria itu malah semakin muak melihatnya sekarang.
"A–aku ... aku tidak jadi bertunangan." Pemuda itu menggigit bibir bawahnya gugup. "Acaranya batal."
"Kenapa ?"
Tidak ada lagi kata harga diri yang bisa Wooyoung pertahankan disini. Pada kenyataannya, Wooyoung harus mengakui kalau ia tidak akan pernah mampu melupakan pria Choi itu di hidupnya. Tidak pernah bisa. Pada akhirnya, Wooyoung akan tetap kembali dan mencintai pria itu sebesar dulu. Ya, Wooyoung tahu ia bodoh, tapi meskipun ia sudah menyangkal itu, nama Choi San tetap selalu ada dalam hatinya.
"Aku tidak bisa ... " lirih Wooyoung.
Pemuda itu melirik tangan San yang terdiam di sisi tubuh, ia ingin San memeluknya lagi seperti tadi, ia ingin merasakan kehangatan pria itu—meski hanya untuk sebentar. Wooyoung sangat merindukannya.
![A Day | WOOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/360362540-64-k86213.jpg)