🌸 T I G A B E L A S

1.4K 107 0
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*






PAST








Nafas Wooyoung tersengal, ia memilih berhenti di depan pintu kelasnya. Wooyoung membungkuk, ia memegangi kedua lututnya yang mulai terasa lelah setelah berlari menghindar dari Park-ssaem. Besok lelaki bangka tua itu pasti akan tambah mengamuk dan mencari mereka, tapi biarkan saja, Wooyoung lebih suka memikirkan hari ini dibandingkan esok.

Choi San berada disamping Wooyoung, nafas pria itu juga hampir habis sama sepertinya. Wooyoung menoleh pada San dan ia terdiam memperhatikan betapa tampannya San ketika pria itu berkeringat.

Jangan lupakan tangan yang masih saling mengait erat satu sama lain. Wooyoung baru sadar soal itu.

Ini pertama kalinya jantung Wooyoung berdebar cepat hanya karena memegang tangan pria. Aneh, padahal biasanya juga ia suka melakukan skinship dengan yang lain tapi tidak pernah sampai seperti ini. Wooyoung bahkan tidak tahu apa jantungnya berdetak begitu cepat karena ia habis berlari atau karena memang Choi San yang ada disampingnya.

"Jadi, bagaimana rasanya melawan aturan untuk yang pertama kali ?" tanya Wooyoung penasaran.

San melirik sekilas lalu menghelakan nafas berat. Tangannya berkacak pinggang dengan bahu yang naik turun menormalkan pernafasan. "Kau sudah gila ? Aku bilang tidak mau ikutan, kenapa malah menarikku ? Pokoknya kau tanggung jawab kalau sampai nanti Park-ssaem tambah marah. Kau itu memang selalu tidak pernah pikir lebih dulu ya ?"

Pemuda itu menegakkan badannya. "Tenang saja. Masalah besok biar kita urus besok, yang penting hari ini. Seharusnya kau berterima kasih padaku, kalau bukan karena aku, kau pasti sudah terjebak sampai sore di ruangan Park-ssaem," tambahnya.

"Tsk, dasar tidak waras."

Wooyoung mengangkat kedua tangan mereka yang saling berpegangan erat, mengayunkannya didepan wajah San dengan senyuman usil di ujung bibirnya.

Setelah Wooyoung melakukan itu, San cepat-cepat menarik kembali tangannya dan mengusap telapak dikain celana seolah-olah merasa jijik bersentuhan.

Pria itu berdecak malas, tapi ekspresinya terlihat menggemaskan dimata Wooyoung. Apa ada yang tahu kalau San suka cemberut kalau sedang kesal ?

"Berhenti memasang wajah seperti ini." Wooyoung menunjuk bibir San yang setia maju beberapa senti ke depan. "Cepat ambil tas lalu pulang sebelum tua bangka itu malah menemukan kau dan aku disini."

San melenggang ke dalam kelas untuk mengambil tasnya yang tersimpan di bawah laci meja. Setelah San keluar, ia menemukan Jung Wooyoung masih berdiri di tempat yang sama, melipat kedua tangan dengan badan yang bersandar di tembok belakang.

Koridor sekolah sudah sunyi menyisakan mereka berdua dan Wooyoung seperti sengaja menunggu.

"Kenapa kau masih disini ?" tanya San.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang