A story inspired by Jongho OST - A Day
*
*
*
I miss you all day long
I want to turn back our time
No matter what day comes, I remember you
I will engrave your name deep into my heart
*
*
*
Present
San tidak tahu apa yang Wooyoung lakukan, tapi selama enam hari terakhir setelah pertemuan San dengan pemuda itu, keadaan di restoran perlahan mulai membaik. Yah, walaupun tidak serta merta kembali seperti sedia kala, tapi kabar baiknya ada perkembangan dari hari ke hari. Tidak terlalu sepi.
Perlahan tapi pasti, selama beberapa hari ini San bisa melihat perubahan dari aktifitas operasional mereka yang kian meningkat. Semuanya normal.
Sepertinya Wooyoung sudah menepati janjinya.
Entah dengan cara apa, San tak tahu.
Harusnya ia senang.
Harusnya ia sudah tenang sekarang, tapi entahlah, perasaannya masih tercampur aduk. San tidak bisa benar-benar merasa senang dengan situasi mereka karena ada beberapa hal lain yang mengusik benak dan pikirannya. Tentu saja, ini tentang Wooyoung.
Bagaimana kabarnya ?
Sejak makan malamnya yang terakhir, Wooyoung tidak lagi memunculkan batang hidungnya di sini.
Dan juga, soal kekasih baru Wooyoung.
San akui pria itu cukup mengusiknya.
San tahu ia tidak boleh egois, ia harus berbahagia kalau pemuda itu bisa menemukan orang baru di hidupnya. Hanya saja, boleh San berkata kalau ia sedikit—cemburu ? San cukup tahu diri, ia sudah tidak punya hak untuk itu, tapi hanya sedikit saja.
Apa tidak boleh ?
Sejujurnya San masih berharap kalau semua yang Wooyoung katakan kemarin malam hanya lelucon.
Kalau San tebak, sepertinya kekasih baru pemuda itu punya latar belakang yang berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengannya. Pria itu terlihat berwibawa dan elegan. Cara bicara sampai perawakannya menunjukkan sikap bangsawannya.
Berbeda dengan San yang hanya seorang laki-laki biasa, levelnya terasa begitu jauh di bawah pria itu.
Berkali-kali San mencoba mendoktrin diri sendiri bahwa, yah, Wooyoung terlihat cocok bersanding dengan pria itu. Mereka terlihat serasi. Tapi pada faktanya, ia belum bisa menerima itu sepenuhnya.
"Kenapa kau masih duduk disini ?"
Tepukan pelan di pundak kiri, menyadarkan San yang kala itu tengah melamun dengan pandangan kosong keluar jendela. Entah apa yang ia pikirkan.
Park Seonghwa mendudukkan diri di kursi depan San. Restoran baru saja tutup hari ini dan mereka sedang bersih-bersih area sebelum bersiap pulang.
"Anak-anak ingin makan-makan diluar setelah ini, kau mau ikut ?" tanya pemuda Park itu penasaran.
![A Day | WOOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/360362540-64-k86213.jpg)