🌼 E N A M B E L A S

1.4K 113 8
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*








Present








Wooyoung duduk di meja kosong dengan kaki kiri yang di angkat bertumpu pada kaki kanan. Segelas wine merah tersaji didepan Wooyoung, tapi belum ia sentuh sama sekali. Kedua tangan Wooyoung, ia lipat di depan dada sembari melamun memikirkan sesuatu. Restoran tutup lebih awal dan Wooyoung masih setia menunggu seseorang sedari tadi disini.

Sepertinya Wooyoung datang di waktu yang tidak tepat. Ketegangan mencekam lingkungan restoran.

Ketika Wooyoung tiba, ia dengar dari seorang pria bernama Jongho kalau San dan Seonghwa sedang bertengkar di ruang ganti. Dan benar saja, ia juga bisa mendengar namanya tersebut dalam obrolan kedua pria itu sayup-sayup dari luar pintu masuk.

Sebenarnya Wooyoung tidak punya maksud atau tujuan apapun malam ini, ia datang tanpa alasan.

Kehadiran Wooyoung tidak disambut dengan baik, terutama oleh pemuda yang ia kenal bernama Park Seonghwa. Dari jarak pandangnya, Wooyoung bisa merasakan tatapan tajam pemuda itu yang terlihat menusuk dan seakan menaruh benci pada dirinya.

Tidak lama dari itu, San menghampiri Wooyoung setelah ia membisikkan sesuatu pada Seonghwa.

"Apa kau sudah makan malam ? Mau aku buatkan sesuatu ?" tanya pria itu dengan nada yang lembut.

"Tidak, aku takut kau dan teman-temanmu malah menaruh racun di makananku," sarkas Wooyoung.

"Maaf, banyak masalah yang terjadi akhir-akhir ini, jadi mereka memang sedang sedikit lebih sensitif."

Alasan yang bagus, pikir Wooyoung.

Kenapa San tidak bilang saja kalau Wooyoung-lah yang sudah membuat semua masalah itu terjadi ?

Sepertinya pemuda Park itu memiliki banyak sekali pertanyaan yang mau ia tanyakan pada Wooyoung, sampai mata sipitnya tidak mau beralih sedari tadi.

"Aku hanya datang untuk melihat perkembangan restoran. Hm, sepertinya masih belum ada banyak  yang berubah, apa kalian bahkan punya tamu hari ini ?" ejek Wooyoung. "Kau yakin masih bisa bayar biaya sewa tahun depan ? Bagaimana dengan bagi hasil yang sudah kita sepakati kemarin ? Kau tahu, aku seorang pembisnis, sudah pasti aku tidak mau menjalankan usaha yang tidak memberikan hasil."

San yang duduk di depan Wooyoung mengulum senyuman getir. "Aku janji tidak akan melanggar kontrak, tapi aku akan berterima kasih kalau kau mau memikirkannya sekali lagi. Apa masih bisa ?"

"Kenapa aku harus melakukannya ? Kita sepakat dan kau juga sudah menandatangani kontraknya."

Wooyoung menunggu saat San tiba-tiba bungkam untuk beberapa waktu. Wooyoung heran, jelas ini yang ia harapkan tapi kenapa setiap bertemu San, hatinya selalu saja ingin bersimpati pada pria itu.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang