🌼 D U A B E L A S

1.6K 123 18
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*








Present








Sepertinya San sudah terlalu menyepelekan saran dari Seonghwa kali ini. Ketakutan si pemuda Park itu sepertinya perlahan-lahan mulai jadi kejadian.

Tepat satu hari setelah San mendapati berita tidak baik tentang restoran mereka. Pagi harinya, sudah ada beberapa orang yang siap menunggu di depan pintu bahkan sebelum jam buka. Awalnya San kira mereka tamu yang mau berkunjung, rupanya tidak.

Orang-orang itu sengaja berdiri di depan restoran untuk mengambil gambar dan bergunjing tentang rumor-rumor kurang enak yang beredar di media.

Seonghwa sampai harus turun tangan sendiri agar mereka pergi, pemuda itu mengusir dengan alasan mengganggu, tapi tentu saja tindakannya semakin menambah masalah baru. Orang-orang itu tambah percaya dengan beritanya dan mencemooh mereka.

Sampai ketika jam operasional di mulai, tidak ada pelanggan yang berkunjung. Mereka menganggur.

Semua berubah seratus delapan puluh derajat dan begitu cepat hanya dalam kurun waktu satu hari.

Bohong kalau San tidak mulai khawatir, tapi disatu sisi ia berusaha untuk tenang agar tidak membuat anak-anak yang lain panik. Pria itu hanya duduk di salah satu meja sembari berkutat dengan tabletnya.

Diam-diam si Choi sedang mencari tahu seberapa banyak berita tentang mereka yang sudah beredar lewat tagar di sosial media. Salah satu forum yang dipakai untuk berita umum ternyata sudah banyak menulis tentang ini. Komentar jahat yang diterima juga jauh lebih banyak dibandingkan hari kemarin.

Banyak orang yang menginginkan klarifikasi resmi.

Masalahnya, apa yang perlu di klarifikasi ?

Percayalah, isi kepala San juga berkecamuk hebat memikirkan seluruh masalah ini. Ia kebingungan.

Di tengah suasana hening itu, suara hentakan hak tinggi mengaung dari ujung pintu masuk. Seluruh pasang mata dalam ruangan itu spontan menoleh, berharap semoga saja ada pelanggan yang datang.

Tapi ternyata, bukan.

Itu hanya Nyonya Cha, wanita pertengahan empat puluh yang sudah mereka kenal baik. Pemilik dari gedung yang San sewa untuk di buka restorannya.

Nyonya Cha mengabaikan sapaan dari Jongho dan langsung mendekati San. Wanita itu menarik kursi untuk duduk di depannya. Tidak ada sapaan, tidak ada juga senyuman ramah. Ya, hal itu sudah biasa.

Nyonya Cha memang terkenal judes dan arogan.

Kalau bukan karena San sedang menyewa gedung milik wanita itu, ia tidak akan mungkin meladeni Nyonya Cha ketika pikirannya sedang berantakan.

"Ada urusan apa berkunjung hari ini ?" tanya San.

Wanita itu melipat tangan di depan dada. "Itu, aku sudah melihatnya. Video viral yang sedang beredar dan membahas tentang restoranmu. Bagaimana itu bisa sampai terjadi disini ? Dan, apa yang akan kau lakukan untuk membereskan semua masalah itu ?"

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang