S P E C I A L C H A P T E R (2)

1.3K 75 7
                                        

"Aku tidak mengerti, ada apa denganmu ?"

Hening.

Hongjoong menantikan kalimat Seonghwa, namun pemuda itu hanya diam lama. Seonghwa tertunduk menyembunyikan wajahnya dan menghindari mata Hongjoong. Ia meremas tangannya di bawah meja.

"A–aku pernah berkencan sebelumnya," ungkap si Park akhirnya. "Itu sudah sangat lama, sebelum 20 kalau tidak salah. Dan, sebelum aku mengenal San atau anak-anak yang lain. Itu kencan pertama juga terakhir untukku. Dia senior di kampusku, dan dia juga orang yang memberikanku pekerjaan magang di hotel untuk pertama kalinya. Kita ... berkencan."

"Hwa ?"

"Maaf, untuk sikap kasarku. Kau mengingatkanku padanya. Kalian mirip. Wajah dan sikapmu semua sama persis. Dia memberikanku banyak perhatian. Sikapnya terlalu lembut, sampai membuatku luluh dan akhirnya memutuskan untuk berkencan. Tapi sayang, kita berpisah setelah 3 bulan bersama. Dia berubah 180 derajat. Seseorang yang romantis dan hangat berubah menjadi kasar dan temperamental, dia tidak lagi semanis diawal, dia juga suka mabuk-mabukan dan tidak ragu menggoda wanita-wanita lain di hadapanku. Dia tidur dengan rekan kerjaku tanpa rasa bersalah. Saat itu aku berpikir, apa pria ini hanya ingin main-main denganku ? Bagaimana mungkin sifat seseorang bisa berubah seperti itu ?"

Hongjoong tertegun. "Maaf, aku tidak tahu ... "

Seonghwa mengangkat wajahnya. Tidak ada sorot benci dikedua kelereng pemuda itu. Tidak ada pula kesedihan seperti yang Hongjoong takutkan, hanya datar. Namun Hongjoong tahu, Seonghwa kecewa.

"Dia membuatku di pecat dari hotel dan setelah itu kita tidak berhubungan lagi. Tidak lama setelah itu aku tidak sengaja bertemu dengan senior yang lain dari kampus, dia kenal mantan kekasihku. Di detik itu aku baru tahu kalau apa yang aku bayangkan di kepalaku ternyata benar, dia hanya ingin bermain-main denganku. Dia melakukan sejenis, taruhan ?" Seonghwa tertawa. "Dia ditantang untuk meniduri mahasiswa baru di kampus, dan alasan kenapa dia berubah secepat itu setelah kita berkencan karena, aku sudah menolak melakukan 'itu' beberapa kali."

Hongjoong tidak bisa mengatakan apapun.

"Sebenarnya, aku juga tidak benar-benar menolak. Aku tidak sepolos itu. Dan aku mencintai seniorku. Hanya saja aku tidak punya waktu memikirkan hal seperti itu karena sibuk dengan jadwal kuliah yang padat, dan juga Ibuku sakit. Selain bekerja di hotel, aku bekerja paruh waktu di tempat lain. Aku harus mengurus adik perempuanku yang masih kecil saat itu karena Ayah dan Ibuku sudah lama bercerai. Di moment itu, aku juga tidak benar-benar merasakan ada yang berbeda dari hubunganku dengannya. Ya, selain dari status kekasih. Tapi, dia kecewa padaku karena itu. Dia bilang, aku sangat membosankan."

"Hwa, kau tidak perlu menceritakan semuanya."

Seonghwa tersenyum, kali ini tulus. "Tidak, harus aku ceritakan supaya kau mengerti. Aku tahu tidak seharusnya aku menganggapmu sama seperti yang lain, tapi aku tidak muda lagi, aku bukan remaja 19 tahun. Aku punya tanggung jawab, mengurus adik dan Ibuku. Aku tulang punggung keluarga dan aku tidak punya waktu lagi untuk meladeni orang yang hanya ingin bermain-main denganku. Apa yang dia katakan juga tidak sepenuhnya salah, hidupku saat ini hanya seputar bekerja dan keluarga. Karena itu, sebelum kau masuk ke duniaku, lalu memilih pergi karena bosan, biarkan aku menolakmu lebih dulu."

"Tap— "

"Aku tidak ingin menghabiskan waktu merasakan sakit hati dan menangisi perpisahan lagi. Lagipula, aku juga tidak akan punya waktu untuk berkencan seperti yang lain. Masih ada banyak hal yang harus aku urus dan pikirkan. Kalau kau hanya penasaran padaku, sekarang kau sudah tahu semuanya ? Jadi, aku rasa kau boleh berhenti melakukan semua ini."

"Melakukan apa ?"

"Mendekatiku karena penasaran."

"Apa aku terlihat seperti itu ?"

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang