🌼 E N A M P U L U H S E M B I L A N

2K 128 28
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*








Present








Wooyoung menggeliat pelan dalam posisi tidurnya. Kelopak mata yang terpejam mengintip sedikit dan menemukan dada telanjang seseorang berada tepat didepan wajahnya. Sesaat dahi Wooyoung tertekuk namun detik berikutnya, senyuman malu-malunya mengembang di bibir. Yang kemarin benar—nyata.

Pantas saja tidur Wooyoung terasa nyenyak.

Ternyata San memeluknya sepanjang malam.

Wooyoung mengangkat kepalanya, menatap wajah terlelap San yang damai. Ini pertama kalinya Jung Wooyoung melihat pria itu dari jarak dekat setelah sekian lama. Ternyata pria itu tidak terlalu banyak  berubah, selain—badannya semakin kekar berotot. 

San masih tampan seperti dulu, atau mungkin jauh lebih tampan sekarang ? Entahlah, yang pasti dada Wooyoung masih berdetak hebat saat bersamanya.

Sebelas tahun sudah Wooyoung terus merindukan kehadiran San di sisinya, ia sudah sempat berhenti berharap pada pria itu. Ini rasanya seperti, mimpi.

Wooyoung berada di dalam dekapan hangat San.

Bagaimana kalau di saat Wooyoung mengedipkan matanya, maka semua ini menghilang begitu saja ?

Wooyoung mengangkat jemarinya untuk membelai rahang tegas San, hanya ingin memastikan kalau ia tidak sedang bermimpi. Tapi ini benar-benar nyata dan yah, ia merasakannya. Di waktu bersamaan, ia mendapati kening San yang berkerut, dan perlahan mata terpejamnya terbuka. Pria itu terbangun. Hal pertama yang ia lihat adalah senyuman Wooyoung.

San menyapa pemuda itu. "Sudah bangun ?" suara seraknya terdengar menggoda. Khas bangun tidur.

"Hmm, apa aku membangunkanmu ?"

San membawa telapak Wooyoung yang berada di pipinya ke depan bibir dan meninggalkan kecupan singkat di punggung tangan pemuda itu. Mata sayu San memuja Wooyoung, diam-diam ia mengagumi wajah menawan pemuda itu di pagi hari. San tidak pernah sebahagia ini saat terbangun dari tidurnya.

"Bagaimana tidurmu, nyenyak ?" tanyanya lembut.

"Sangat nyenyak."

"Tidur saja lagi, ini masih sangat pagi."

Kedua netra mereka saling bersitatap tanpa suara.

Usapan di telapak tangan Wooyoung memberikan kenyamanan untuknya. Wooyoung harap ia masih bisa berada di posisi ini lebih lama. Ia harap waktu berhenti sebentar. Rindunya belum terlampiaskan.

"Apa ini mimpi ?" gumam Wooyoung.

"Hmm ?"

Pemuda itu berbisik pelan, "I–ini, seperti mimpi."

"Ini bukan mimpi."

"San-ah, boleh tidak kita seperti ini saja seharian ? Tetap disini. A–aku, aku takut ini tidak nyata. Aku takut kau akan menghilang lagi. Aku mohon, boleh tidak, jangan pergi kemana-mana untuk hari ini ?"

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang