A story inspired by Jongho OST - A Day
*
*
*
I miss you all day long
I want to turn back our time
No matter what day comes, I remember you
I will engrave your name deep into my heart
*
*
*
Present
"Young-ah ... k–kenapa kau bisa ada disini ?"
Yang di panggil mengabaikan pertanyaan Yeosang. Kelereng hitamnya hanya menatap lurus pada pria lain yang sudah berdiri kurang lebih enam langkah di depannya. Cengkraman tangan Wooyoung pada benda ditangannya kian mengerat. Kuku tajamnya menancap hingga kulit tangannya sedikit memutih.
Wooyoung benci pria itu dan—tatapan matanya.
"A–aku, ah ! Tidak maksudku kita ... hanya sedang mengobrol. Tidak ada yang terjadi, kau kenapa ada disini ? Kenapa tidak tinggalkan pesan saja ?" ucap Yeosang dengan nada yang sudah terlampau panik.
Tidak ada yang terjadi katanya ?
Lalu apa ?
Wooyoung tidak bermaksud membuntuti Yeosang, ia hanya ingin tahu apa yang sedang sahabatnya itu sembunyikan darinya. Ia juga berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan menghakimi Yeosang di balik semua gerak-gerik anehnya. Tapi ini berbeda.
Tidak untuk yang satu ini.
Bertemu dengan San di belakangnya ?
Apa maksudnya itu ? Dan untuk apa pula Yeosang menemui seseorang yang sudah jelas-jelas ia tidak suka ? Berteman ? Omong kosong macam apa itu ?
Semua ini membuat Wooyoung semakin yakin San ada hubungannya dengan semua kebohongan yang Yeosang karang di depannya. Hanya alasan itu saja yang masuk akal dan bisa menjelaskan situasi ini.
Wooyoung mencoba mengerti niat Yeosang baik.
Tapi pertanyaannya, apa harus seperti ini ?
Apa harus dengan melibatkan Choi San ?
Ketika Wooyoung melihat interaksi keduanya dari jauh, mereka terlihat dekat. Mungkin sudah sering bertemu di belakang Wooyoung entah sejak kapan.
Rasanya benar-benar seperti di khianati.
"Sejak kapan kau dekat dengannya ?" Suara dingin Wooyoung bertanya. Matanya menoleh pada Kang Yeosang tajam, menuntut sebuah penjelasan pasti.
"Kita berteman. Young-ah, dengar, tidak ada yang terjadi disini. Aku hanya mampir sebentar karena kebetulan lewat. Aku ingin mengucapkan terim— "
"Jawab saja pertanyaanku, sejak kapan ?"
"Wooyoung-ah ... "
"Apa ini dari dia juga ?"
Wooyoung mengangkat tas bekal abu-abu yang ia sering terima dari Yeosang akhir-akhir ini. Ia tahu jawabannya, namun ia masih ingin mendengarkan penjelasan langsung dari mulut pemuda Kang itu.
![A Day | WOOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/360362540-64-k86213.jpg)