🌼 D U A P U L U H D U A

1.4K 116 15
                                        

A story inspired by Jongho OST - A Day

*

*

*

I miss you all day long

I want to turn back our time

No matter what day comes, I remember you

I will engrave your name deep into my heart

*

*

*








Present








San menyajikan dua piring steak setengah matang yang terlihat menggiurkan dengan saus merah dan potongan hiasan sayur disampingnya. Indah sekali.

"Selamat menikmati makanan anda."

Berbanding terbalik dengan pria sipit berdasi yang tersenyum mengucapkan terima kasih, orang yang duduk di hadapan pria itu justru memasang wajah masam tak bersahabatnya. Dia—Jung Wooyoung.

San tahu keluar melayani tamu sebenarnya bukan bagian dari tugasnya, namun ketika Jongho bilang Wooyoung datang bersama seseorang, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak penasaran. Apa memang keduanya adalah sepasang kekasih ? Ia ingin tahu.

Setelah melihat sendiri cara pria sipit itu menatap Wooyoung, sepertinya mereka memang memiliki hubungan yang mungkin lebih intim dari sekedar teman biasa. Dan harus diakui San sedikit kecewa.

"Aku tidak makan steak medium rare," ujar Jung Wooyoung dengan nada angkuhnya yang di paksa.

"Ah, maaf." Pria sipit yang tidak lain adalah Song Mingi itu merasa bersalah. "Bagaimana kalau kita minta mereka matangkan lagi dagingnya ? Tidak masalah kan ? Atau ... mau pesan yang baru saja ?"

"Apa ini benar memakai daging sapi berkualitas ? Kenapa terlihat seperti tidak segar ?" tambahnya.

Mingi melirik, panik akan reaksi San yang masih berdiri disamping meja mereka. Wooyoung tidak pernah bersikap seperti ini jadi ia sedikit bingung.

Mingi bersuara pelan pada pemuda itu, "Young-ah, kenapa ? Apa ada masalah ?" tanyanya penasaran.

"Aku hanya ... tidak suka makanan disini," balas Wooyoung dengan suara lantang. Ia sengaja agar San juga bisa mendengar kalimat sarkasnya jelas.

"Baiklah, tidak apa, aku mengerti, tidak perlu di makan. Kita cari restoran lain di dekat sini saja."

"Aku dengar selain makanan, restoran ini punya pelayanan yang buruk, apa kau juga sudah tahu ?"

Dengan bodohnya San masih saja berdiri disana mendengarkan semua omong kosong Wooyoung tentangnya. Tidak, San tidak marah sama sekali.

"Aku membaca beberapa komentar di sosial media, banyak yang bilang hidangan disini menggunakan makanan sisa semalam. Pelayannya kasar dan juga tidak beretika. Atau itu rumor ? Menurut chef-nya sendiri bagaimana ? Apa benar itu hanya rumor ?"

Wooyoung menatap San sinis.

Mingi yang mulai membaca situasi canggung di antara mereka mencoba menengahi. Ia mengetuk jari di meja meminta perhatian Wooyoung untuk memperingatinya agar berhenti, tapi pemuda itu masih menuntut jawaban dari pria di sisi mereka.

A Day | WOOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang