TM 5. Seseorang

76 4 0
                                        

Hallo yorobun! Happy Reading 💜

'
"Aku membutuhkan seseorang," Suga memanggil sang manajer dan menjelaskan lebih rinci keinginannya tanpa mengalihkan perhatiannya pada Nacha.

Tentu saja hal ini ia lakukan setelah sesi tanda tangan dengan semua army telah terselesaikan.

Merasa diperhatikan seseorang, Nacha celingukan menoleh kesana kemari namun nihil. Ia tidak mendapati apapun sebelum akhirnya pandangan jernihnya terkunci pada satu makhluk yang tengah menatapnya datar.

"Astaga, apa Suga lagi merhatiin gue?" Nacha menyenggol lengan teman barunya.

"Hah? Mana? Orang dia sibuk ama bajunya tuh," Nacha kembali menatap ke depan.

"Lah, cepet banget berubahnya. Perasaan tadi lagi ngeliatin gue deh," gumannya yang memang beberapa saat tadi ia sempat mengalihkan pandangannya ke sebelah.

"Perasaan lo doang kali. Disini kan banyak army, jadi baik Suga maupun member lain pastinya bakal natap mereka satu satu." Nacha mengangguk saja.

Acara masih terus berlanjut, para member BTS melontarkan beberapa lelucon dilanjut dengan mengutarakan pesan pesan sebelum penutupan, penanda acara hari itu selesai.

Di lain tempat, bau obat-obatan tercium sangat pekat di indera pembau seorang gadis yang asik menyelami alam mimpinya.

Ditambah dengan suasana hening membuat mahasiswi pucat itu begitu nyaman mengistirahatkan tubuh lelahnya.

"Ni anak masih hidup apa mati sih? Lama banget tidurnya," seorang manusia berbalut hoodie biru gelap tersebut menghela napas, menarik tubuhnya agar bersandar pada kursi yang berada di sebelah kanan brankar.

"Eungh," ia langsung terjaga saat gadis yang beberapa waktu lalu pingsan di pelukannya, terlihat bergerak.

Libea dengan berat membuka matanya. Sedikit mengernyit ngilu dirasa cahaya begitu menyilaukan mata, ditambah dengan kepala yang masih lumayan pening.

"Lo udah bangun? Bentar gue ambilin minum," seseorang itu dengan cepat pergi ke depan dimana petugas kesehatan berada.

Tak berselang lama, ia pun kembali lagi dengan segelas teh hangat juga sepiring nasi goreng yang pagi tadi belum sempat Libea sentuh.

"Gue ada dimana?"

"Di ruang kesehatan kampus. Nih minum dulu," Libea dengan ogah-ogahan bangun, hendak mengambil alih gelas yang dipegang manusia jahanam tapi baik.

"Gue bisa sendiri Jaldrean." Tegas Libea membuat pria itu akhirnya mau memberikan segelas teh di tangannya.

"Hati-hati," Libea berdecak malas. Tak urung ia juga meminum teh nya secara perlahan.

"Sini," Jaldrean dengan sigap mengambil balik gelas dan menaruhnya di nakas.

"Lo yang bawa gue kesini?" tanya Libea sesaat kemudian.

"Hm."

"Thanks. Lain kali nggak usah nolongin gue. Gue udah biasa sengsara sendiri, apalagi jadi korban bullyan. Udah biasa banget." Celetuk Libea.

The Moonlight || SUGA BTSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang