Hallo yorobun! Happy Reading 💜
'
Taxi yang membawa Libea juga Nacha telah berhenti di depan pagar kos. Libea pun dengan cekatan turut membantu Nacha menurunkan juga membawa koper temannya tersebut.
"Biar gue aja Lie," Nacha menyerahkan beberapa lembar uang.
Setelah urusan selesai, Libea langsung mengajak Nacha masuk ke dalam kamar kos sempit miliknya. Ia ingin agar temannya itu segera mengistirahatkan tubuhnya.
"Hah, punggung gue rasanya kek mau encok!" Nacha membaringkan tubuhnya dengan serampangan di kasur Libea.
Sebenarnya ia sendiri sudah pernah singgah beberapa kali, hanya sekedar bermain tidak menginap.
"Kamu mau makan apa Cha?" Libea yang saat ini sibuk di dapur kecil miliknya, membuatkan segelas minuman untuk Nacha.
"Emang lo tadi masak Lie?"
"Aku belum masak. Tadi cuman sarapan roti aja sih akunya, hehe."
"Ck dasar! Bahan bahan lo abis?" Libea menggeleng.
"Males masak ya lo?" Nacha menatap penuh selidik.
"Ya gitulah Cha," sahut Libea sambil meringis tidak enak.
"Yaudin pesen ajalah. Gue tiba-tiba pengen pizza, kalau lo mau apa Lie?"
"Samain ajalah Cha."
Nacha pun segera memesan pizza kesukaannya.
"Oh iya, oleh-oleh buat lo." Nacha beranjak membongkar koper yang lebih mini dari satunya. Mengeluarkan semua isinya dan memberikan langsung pada Libea.
"Kamu gila Cha? Ini banyak banget hey!" Libea tidak menyangka temannya akan membawakan selusin topi, beberapa pakaian juga sepatu.
"Gue nggak suka duit receh. Jadi tukar ini aja deh,"
"Lagian lo nya ditanya mau oleh-oleh apa malah diem bae. Ya jangan salahin gue dong!" sambungnya.
"Tapi ya nggak sebanyak ini juga kali Cha," Libea mendesah berat merasakan kebaikan temannya ini.
"Bodoamat. Itung itung gue bales dendam sama bokap nyokap gue."
Libea menaruh barang-barang pemberian Nacha di meja belajarnya, lalu kembali mendekat pada gadis yang saat ini tengah menyandarkan diri di pinggir kasur.
"Kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Tauk tuh. Tiba-tiba orang tua gue mau mutusin pindah ke Belanda. Semua saran sama kemauan gue diabaikan. Resek banget deh," Nacha berubah muram.
"Sabar Cha, pasti om Renji sama tante Viera punya alesan tersendiri." Libea dengan sigap mengelus bahu temannya yang sedang rapuh.
Ia sebenarnya cukup prihatin dengan kehidupan Nacha yang dianggap sempurna oleh banyak orang. Padahal nyatanya, gadis ajaib ini begitu hampa kurang perhatian juga kasih sayang orang tua.
Jika di rumah, mungkin Raven lah orang yang akan perduli pada Nacha. Namun mengingat pria matang itu juga memiliki tanggung jawab dan kehidupan sendiri, membuat Nacha tidak selalu diperhatikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Moonlight || SUGA BTS
FanfictionWarning!! Halu tingkat tinggi (dibuat sereal life). ' Seorang gadis yatim piatu tiba-tiba saja menjadi incaran seorang Idol terkenal, Suga. Bak dunia mimpi, setelah melewati berbagai rintangan akhirnya kebahagiaan pun berhasil di gapainya. Libea...
