Hallo yorobun! Happy Reading 💜
'
Sesuai janji kemarin, saat ini Suga tengah duduk di taman menunggu kedatangan Libea yang baru saja pulang bekerja.
Dengan kemeja hitam, kaos putih, celana jeans hitam senada dilengkapi sepatu sneakers brand ternama, Suga tersenyum senyum layaknya pria sinting.
Namun sayangnya, senyum indah tersebut harus tertutup oleh masker.
"Turo, maaf membuat mu menunggu lama." Libea datang dengan tergesa-gesa.
Gadis yang tengah memakai kemeja hitam dilengkapi topi, terlihat layaknya pasangan couple.
"Bahkan pakaian kami pun juga ikut merestui kencan kita." Batin Suga semakin senang.
"Ah bukan masalah Libea. Aku juga baru saja datang," balasnya lembut.
Jelas saja Suga baru sampai di taman, sedari pagi ia sudah sangat sibuk.
Iya sibuk menguntit Libea dari jauh. Bahkan saat gadis itu pulang kerja, Suga tetap membuntuti nya hingga di ujung gang kos nya dan barulah ia kembali ke taman sesuai tempat janjian mereka kemarin.
"Ah begitukah? Baiklah, kita akan pergi kemana hari ini?" tanya Libea seraya sedikit menarik turun topinya dan menata rambut yang terurai rapi tersebut.
"Aku tidak tau tempat Libea. Bagaimana jika kamu mengenalkan tempat favorit mu saja?" Libea terdiam berpikir sejenak.
"Sepertinya bukan ide buruk. Tapi tempat itu lumayan jauh dari sini."
"Tidak masalah. Asalkan dengan mu aku tetap baik-baik saja." Suga menyahut mantab.
"Hahaha, kamu gombal ya?" Libea tidak bisa menyembunyikan pipinya yang memerah malu.
"Apa kamu sakit?"
"Huh?"
"Pipimu merah," Suga menunjuk pipi Libea yang langsung ditutupi oleh sang empu.
"O-oh eng-enggak. Ini panas, iya cuacanya panas jadi gini deh." Libea tergagap merasakan debaran jantung nya.
"Ah baiklah." Bibir mungilnya berkedut melihat tingkah wanita nya yang nampak salah tingkah.
"Rasanya aku ingin menggigit pipi mu Be," batinnya sangat bergejolak.
"Ehm, ka-kalau begitu biar aku pesan taxi sebentar." Suga mengangguk melihat Libea langsung gerak cepat mengotak-atik ponsel nya.
"Ke tempat favorit ku kan?"
"Iya Be." Libea menoleh menatap Suga.
Ia seperti ingin berkomentar namun dengan segera kembali mengatupkan bibirnya.
"Oke," lirihnya.
Beruntung Libea dengan cepat mendapatkan taxi online yang kebetulan berada di sekitar taman samping kampus ini.
Sehingga tak sampai lima menit, mobil sedan hitam sudah berada di depan Libea dan Suga yang tengah menunggu.
"Hati-hati," Suga meletakkan tangan nya pada atap pinggiran pintu lalu mempersilahkan Libea masuk terlebih dahulu. Barulah kemudian disusul nya masuk, duduk berdekatan.
"Tujuan kita lumayan jauh ya Nona. Mohon pasang sabuk pengaman nya Tuan dan Nona sekalian,"
"Ya." Libea tersenyum ramah, tidak dengan Suga yang acuh.
Mobil taxi yang mengantar mereka pun mulai melaju membelah jalanan yang sedikit lenggang. Jam masih menunjukkan pukul tiga sore, tentu saja para pekerja belum pulang sehingga tidak ada kemacetan.
"Apa di Jepang juga seperti ini, padat kendaraan?" tanya Libea membuat Suga menoleh ke samping, kesempatan untuk mengagumi wanita nya secara terang-terangan.
"Tidak begitu. Tapi di Indonesia sangatlah indah."
"Terutama kamu Sayang." Batinnya meneruskan.
"Indah mana?"
"Sama-sama indah, tapi di Indonesia lebih indah."
"Karena ada kamu Be," lagi dan lagi Suga hanya bisa meneruskan dalam hatinya.
Suga tidak begitu banyak tau tentang negara sakura tersebut. Ia sendiri berasal dari negara gingseng dan memiliki kesibukan yang amat sangat padat jadi tidak tahu menahu mengenai negara tetangga.
Lain hal nya jika menyangkut Libea, pasti ia akan semangat untuk mengetahui nya.
•••••
Next Story Cintah
Lanjut nya ada part pdf tamat seharga Rp. 15.000 ya guysss, bye byeee
KAMU SEDANG MEMBACA
The Moonlight || SUGA BTS
FanfictionWarning!! Halu tingkat tinggi (dibuat sereal life). ' Seorang gadis yatim piatu tiba-tiba saja menjadi incaran seorang Idol terkenal, Suga. Bak dunia mimpi, setelah melewati berbagai rintangan akhirnya kebahagiaan pun berhasil di gapainya. Libea...
