Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆*******
Isaac terus melangkah, mengikuti jejak si pencopet yang telah mencuri dompet gadis itu.
Setelah beberapa saat, si pencopet menyelinap ke sebuah gang sempit yang gelap. Napasnya tersengal-sengal, lututnya lemas, dan dia bersembunyi di balik tong sampah besar.
Meskipun dia yakin sudah berhasil kabur, pikiran itu segera musnah ketika dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, menggema di antara dinding-dinding sempit.
Jantungnya berdegup kencang, wajahnya pucat. Dia pikir sudah berhasil kabur, tapi ternyata ada orang yang berhasil mengikutinya.
"Tidak mungkin..."
Dia merasa tidak asing dengan situasi ini. Hal itu membuatnya merinding seketika.
Benar saja Pria yang sedang mendekat itu adalah sosok yang pernah ia temui sebelumnya, sosok yang sangat dia hindari.
Saat itu, dia berhasil lolos dengan membuat cerita sedih. Tapi kali ini, firasat buruk menghantuinya, pria itu mungkin tak akan memberinya kesempatan kedua.
Isaac muncul di ujung gang. Siluetnya menjulang tinggi, seperti malaikat maut .Mata Isaac yang dingin dan penuh amarah menatap si pencopet, membuat kakinya bergetar ketakutan.
"Maaf.... Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi ,"
Pencopet itu berlutut dengan air mata mengalir di wajahnya yang kusut, sama seperti saat pertama kali dia tertangkap. Dia masih bisa merasakan rasa sakit pisau yang menancap di telapak tangannya. "Saya... saya mencuri untuk adik saya yang sakit. Kumohon, beri saya kesempatan seperti dulu."
Isaac menatapnya tajam, bibirnya terkatup rapat, menyisakan keheningan yang mencekam.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup setelah berani mengusik milikku?"
Si pencopet tersentak, terkejut, meskipun dia tidak sepenuhnya mengerti. "Saya... saya tidak tahu! Saya tidak tahu kalau nona tadi kekasih Anda!" Ia berusaha membela diri, tapi Isaac hanya mengangkat tangannya.
Dalam hitungan detik, belati kecil melesat dari tangan Isaac, menembus dada si pencopet. Mata si pencopet terbelalak, mulutnya terbuka tanpa ada suara yang keluar. Dia merasakan sakit luar biasa di dadanya, dan darah mulai merembes dari luka itu, menciptakan noda merah gelap di pakaiannya.
Isaac melangkah maju, sedangkan si pencopet jatuh berlutut di tanah, kesakitan.
Isaac menyentuh pundaknya, sedangkan tangannya yang lain menekan belati itu lebih dalam. Sebelum mencabutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Change (END)
RomanceNara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
