Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆******
Isaac menatap tangan Daisy yang masih berada dalam genggamannya. Jemari itu terasa hangat dan nyata... tidak lagi dingin dan kaku seperti yang selalu ia rasakan di kehidupan-kehidupan sebelumnya.
"Melihat tubuhmu terkulai lemah dan dipenuhi luka... aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi," ucapnya pelan.
Isaac menarik napas panjang, rahangnya menegang, "Aku terus memelukmu sambil memanggil namamu, tapi kau tetap diam. Di sisi lain, tubuhmu mulai terasa dingin."
Isaac menunduk, matanya meredup.
"Ketika aku melihat sekeliling... saat itu aku tahu. Sama seperti sebelumnya. Sama seperti kehidupan-kehidupan yang tak terhitung itu. Aku pasti telah menyakitimu lagi-akulah penyebabnya."
Suaranya bergetar.
"Namun Sama halnya seperti luka yang selalu aku berikan padamu di setiap kehidupan, tak ada yang berubah. Kau akan selalu datang, mengulurkan tanganmu untuk menolong seseorang yang justru menjadi alasan penderitaan dan kematianmu."
Isaac tersenyum getir.
"Aku bahkan tidak memiliki satu pun ingatan tentangmu di kehidupan ini... atau tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya. Aku terbangun di waktu yang berbeda dari biasanya. Aku tak mengerti bagaimana itu bisa terjadi. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya."
Isaac tertawa pelan, namun wajahnya tetap dipenuhi kesedihan.
"Hahaha... aku tahu aku telah melakukan kesalahan besar di masa lalu. Tapi bukankah dunia juga terus menghukumku? Aku menahan diri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Aku merenungi semua keburukan yang telah kulakukan, berharap dunia ini akan memberiku sedikit keringanan dengan memberiku lebih banyak waktu untuk bersamamu."
Isaac menggeleng pelan.
"Tapi saat aku membuka mata... justru sebaliknya."
"Melihat tubuhmu semakin melemah dan dingin, aku berpikir bahwa di kehidupan kali ini pun aku telah gagal melindungimu. Aku kembali membunuhmu. Aku merasa akan kehilangan akal. Aku sangat marah karena dunia ini terus mengambilmu dariku. Bahkan waktu terbatas yang kumiliki untuk bersamamu pun direnggut."
Suaranya berubah dingin, tanpa ekspresi.
"Aku membenci dunia ini dan segala isinya. Aku sempat berpikir... mungkin lebih baik aku menghancurkannya saja."
Namun suaranya melembut kembali.
"Tapi ketika aku mendengar bahwa kau masih hidup dan bernapas... semua kemarahanku lenyap seketika. Aku sangat bahagia. Itu seperti harapan baru."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Change (END)
RomanceNara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
