BAB LXI - After All This Time -

6.4K 674 144
                                        

Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶

Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.

🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨

🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧

**Terima kasih,Salam Pena**

❤️😙😁😆❤️

*******∆*******


Hari demi hari berlalu, musim silih berganti, dan tahun terus berjalan seperti roda tak berujung. Namun, bagi Daisy, waktu terasa lebih lambat daripada yang seharusnya. 

Daisy melangkah turun dari kereta kuda yang membawanya kembali ke rumah, Daisy menghela napas panjang. Dia mengangguk pada kusir istana sebagai tanda terima kasih sebelum melangkah menuju pekarangan rumah kecilnya.

“Aku pulang,” gumamnya lelah, suaranya nyaris tak terdengar di antara semilir angin sore. 

Belum sempat dia benar-benar menikmati ketenangan, tas yang dibawanya itu bergerak-gerak, dan dalam sekejap, Cryros—naga itu menyembul keluar dengan ekspresi panik. 

"Minggir, manusia ! Toilet! Toilet! Aku harus pergi ke toilet!" serunya sambil mengepakkan sayapnya dengan kecepatan tinggi, terbang ke arah belakang rumah. 

Daisy hanya bisa menggelengkan kepala. "Dia benar-benar naga yang aneh," gumamnya sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah. 

Begitu menutup pintu, Daisy langsung melepaskan sepatunya, melempar tasnya ke lantai dan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Langkahnya berat, tubuhnya terasa lelah, tetapi begitu melihat kasurnya yang empuk, senyuman lebar terukir di wajahnya. 

"Akhirnya..." bisiknya senang, sebelum membiarkan dirinya terjatuh ke atas kasur. Dalam hitungan detik, kelopak matanya menutup, dan ia terlelap begitu saja.

Rumah itu kembali hening. 

Sedangkan di luar, suara burung bernyanyi dan gemericik air sungai menciptakan suasana damai yang sudah lama tak dirasakan. Tak hanya di rumah Daisy, tapi juga di pasar, perkebunan, dan rumah-rumah warga lainnya. Tak ada lagi wajah-wajah ketakutan. Tak ada lagi langkah tergesa-gesa penuh waspada setiap kali seseorang keluar dari rumah.

Lima tahun telah berlalu sejak perang pertama kali dinyatakan dan dalam satu tahun terakhir, jumlah serangan monster berkurang drastis. Bahkan, kini hampir tidak ada lagi kabar tentang makhluk-makhluk mengerikan itu.  

Kedamaian perlahan kembali. Namun, meski begitu, warga masih menunggu kabar resmi tentang akhir perang ini. Pasukan kekaisaran masih menetap di Utara, dan hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa mereka akan segera kembali membawa kemenangan.

Di antara mereka yang menunggu, Daisy mungkin adalah orang yang paling merasakan beratnya penantian ini.  Karna ini sudah terlambat dari waktu seharusnya. 

Selama ini Daisy mencoba mengalihkan pikirannya dari sosok yang begitu dirindukannya—Isaac. 

Awalnya, ia hanya bisa menunggu dalam diam, tetapi kemudian, ia sadar bahwa dirinya akan tenggelam dalam kesedihan jika tidak melakukan sesuatu. Maka, ia mulai menyibukkan diri. 

The Story Change (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang