Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆*******
"Marry... air..." gumam Daisy dengan suara serak begitu ia terbangun dari tidurnya.
Kelopak matanya terasa berat dan kepalanya terasa pening. Dia baru bisa tidur sekitar jam empat pagi. Bahkan setelah cryros berpamitan pergi, Daisy hanya bisa termenung. Disatu sisi dia sedih karna kepergian cryros, disisi lain dia masih tidak percaya dengan kebenaran yang telah dia dengar.
Seperti pagi-pagi sebelumnya, seseorang membantu menopangnya untuk duduk bersandar, lalu tangan hangat menyodorkan segelas air ke bibirnya. Daisy meminum perlahan membasuh tenggorokan yang Kering.
"Terima kasih, Marry..." ucapnya pelan, masih sambil memejamkan mata.
"Sama-sama, sayang. Apa kau ingin membasuh mukamu sekarang?"
Ada yang aneh.
Mata Daisy langsung terbuka seketika. Kantuknya lenyap seolah tidak pernah ada.
Dengan tubuh kaku, ia menoleh dan seperti mimpi buruk yang jadi kenyataan, Isaac duduk di tepi tempat tidurnya, mengenakan pakaian santai dengan rambut basah seperti baru saja selesai mandi. Senyum tipis tersungging di bibirnya saat ia menatap Daisy seolah pagi itu adalah pagi yang paling indah dalam hidupnya.
"Isaac-tidak! Maksud saya... Tuan Grand Duke! Apa yang Anda lakukan di sini?" seru Daisy.
Pria itu hanya terkekeh kecil. "Aku lebih menyukai sebutan yang pertama. Sayang, bisakah kau berhenti memanggilku dengan formal? Itu menyebalkan."
Daisy menatapnya tak percaya. "Di mana Marry? Kenapa Anda yang melakukan ini?"
"Oh, Marry?" Isaac menjawab santai, "Dia tak bisa bekerja untuk sementara waktu."
"Apa? Kenapa?" Daisy langsung terduduk lebih tegak. "Apa terjadi sesuatu padanya? Apa... sesuatu yang buruk?"
"Tenang." Isaac menangkup tangannya, entah sejak kapan tangan Daisy berada dalam genggamannya dan mengecupnya singkat. Refleks, Daisy langsung menarik tangannya menjauh, wajahnya memerah karena kaget.
"Dia terkena cacar kulit," lanjut Isaac. "Tak parah. Tapi cukup membuatnya harus menghindari kontak denganmu sampai benar-benar sembuh."
"Cacar... kulit?" gumam Daisy, matanya menyipit curiga. "Tapi kemarin dia masih terlihat baik-baik saja."
Isaac mengangkat bahunya acuh, seolah hal itu tidak begitu penting. "Mungkin gejalanya baru muncul setelah itu."
Daisy mulai merasa ada yang janggal. "Lalu... bagaimana dengan pelayan lainnya? Mengapa Anda yang mengurus semuanya? Jangan bilang..."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Change (END)
RomanceNara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
