Nara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆*******
Sambil berusaha mengingat kembali etika kebangsawanan yang sudah lama tak ia gunakan, Daisy menuruni anak tangga utama dengan kepala terangkat dan punggung tegak. Setiap langkahnya terasa berat, bukan karena gaun mewah yang membebani tubuhnya, melainkan karena tatapan para bangsawan yang menusuk dari segala penjuru ballroom.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruangan itu penuh sesak. Musik bergema lembut, para pelayan mondar-mandir membawa nampan berisi anggur dan hidangan manis. Kilauan permata di leher para tamu hampir membutakannya.
Namun, bukan itu yang paling menyebalkan adalah bisikan-bisikan yang terdengar jelas oleh Daisy, meski ditutup oleh kipas dan senyum palsu.
"Itu dia... bukankah dia mantan kekasih Tuan Isaac?"
"Kudengar dulu dia diusir dari Mansion Howard karena mengambil beberapa perhiasan milik mendiang grand Duches terdahulu?"
"Benarkah? Bangsawan rendahan tak tahu diri. Dia pikir bisa menjadi seorang nyonya hanya karena berhasil merayu seorang pria."
"Kudengar dia bahkan juga diusir dari rumah keluarganya."
"Bukankah itu artinya dia bukan lagi bangsawan? Jadi bagaimana dia masuk ke mari?"
"Bagaimana bisa dia datang ke sini setelah semua itu?"
"Lihat wajah...tebalnya, tidak tahu malu. Haruskah kita berada di satu tempat dengannya? Aku tak tahan. Jika bukan karena Pangeran, aku pasti sudah pergi sejak melihatnya."
"Apa yang dilakukan Tuan Smith di belakangnya? Apakah mereka memiliki hubungan?"
"Lihat semua gaun dan perhiasan itu? Dari mana dia mendapatkannya?"