Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆*******
Cahaya matahari musim panas menyelinap masuk melalui jendela-jendela besar Mansion Howard, menerangi ruang tamu yang begitu luas dan megah.
Daisy duduk di salah satu sofa berlapis kain beludru berwarna hazel, Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling, menyerap setiap detail ruangan yang pernah begitu akrab di matanya. Tidak banyak yang berubah sejak terakhir kali ia melihatnya.
Kristal-kristal pada lampu gantung di langit-langit masih berkilauan dengan elegan dan dinding-dinding berlapis marmer dengan lukisan-lukisan klasik yang menggambarkan sejarah keluarga Howard.
Ruang tamu Masion Howard terasa begitu luas dan sunyi, hanya diisi oleh suara detak jam antik yang menggema pelan.
Satu hari telah berlalu sejak kepulangan pasukan kekaisaran dan pengumuman resmi kemenangan atas perang. Namun, Daisy sengaja menahan diri untuk tidak segera datang kemarin.
Bukan karena ia tidak ingin bertemu Isaac. Justru sebaliknya. Dia sangat ingin segera bertemu dengannya.
Sebenarnya, ia sedikit... marah.
Karna Isaac tak membalas suratnya . Jadi setidaknya, biarkan Isaac sedikit merasakan bagaimana rasanya menunggu.
Daisy terkikik kecil, membayangkan bagaimana pria itu pasti panik mencarinya kemarin. Ia bisa membayangkan Isaac berjalan mondar-mandir di dalam mansion ini, alisnya berkerut dengan mata yang gelisah. Mungkin pria itu bahkan menginterogasi setiap pelayan dan ksatria yang ia temui, menuntut jawaban ke mana Daisy pergi.
Namun, saat akhirnya ia benar-benar datang ke mansion ini, semua tidak berjalan seperti yang ia bayangkan.
Saat Daisy tiba di gerbang Masion Howard pagi ini, para ksatria penjaga yang mengenalinya segera membukakan jalan dengan hormat. Tidak ada ekspresi terkejut atau kekhawatiran di wajah mereka-tidak ada yang menandakan bahwa Isaac telah mencari-carinya dengan putus asa.
Semua terasa begitu tenang. Bahkan terlalu tenang.
Sebenarnya Daisy membayangkan sesuatu yang lebih dramatis. Mungkin beberapa dinding mansion yang berlubang atau sedikit kepulan asap dibeberapa sudut mansion karena Isaac kehilangan kendali setelah mengetahui ia tidak ada di mansion. Atau mungkin pria itu berlari ke arahnya begitu melihatnya, memeluknya erat sambil mengungkapkan betapa ia merindukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Change (END)
Любовные романыNara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
