Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆*******
Daisy termenung di depan cermin besar dengan bingkai emas yang berukir indah. Di meja rias yang elegan terbuat dari kayu mahoni, berbagai macam perhiasan berkilauan tersusun rapi. Botol parfum kristal, sikat rambut perak, dan kotak perhiasan antik menambah kesan mewah pada meja tersebut. Lilin aromaterapi yang menyala di sudut meja menebarkan aroma bunga yang lembut, menciptakan suasana yang tenang dan damai.
Daisy, dengan rambut panjang dan berkilau yang sedang ditata dengan hati-hati oleh tiga pelayan yang cekatan, tampak luar biasa anggun. Rambutnya yang kecokelatan dipadukan dengan tatanan bunga-bunga kecil yang disematkan dengan rapi. Gaun sutra berwana merah yang dipesan sendiri dari penjahit terbaik kekaisaran 'Maison d'Élégance'memeluk tubuh Daisy dengan sempurna, memancarkan kesan anggun dan elegan.
Kalung Rubi yang berkilauan di lehernya, anting-anting yang serasi memyilaukan berwarna merah.serta gelang emas yang melingkar di pergelangan tangannya, menambah kesan mewah pada penampilannya.
Di sekelilingnya, suasana penuh dengan tawa dan percakapan riang para pelayan yang sibuk berbincang tentang betapa manisnya perlakuan Tuan Isaac pada Daisy. Para pelayan tampak sangat bahagia, senyum lebar tidak pernah lepas dari wajah mereka.
"Apakah kalian tahu," kata Lia, pelayan pertama dengan senyum lebar di wajahnya, "Tuan Isaac sendiri yang memesan gaun-gaun ini dari butik Maison d'Élégance untuk Nona Daisy. Dia begitu perhatian."
"Sungguh? Aku mendengar dia bahkan memesan perhiasan dari toko perhiasan 'Bijoux Royal 'untuk Nona Daisy," timpal Lucy, pelayan kedua yang sedang menata rambut Daisy dengan rapi. Mata mereka bersinar dengan kebahagiaan dan kekaguman.
"Benar sekali! Dan tidak hanya itu," sambung Sarah, pelayan ketiga dengan nada penuh antusiasme. "Tuan Isaac juga sangat khawatir saat mendengar Nona Daisy terluka. Aku melihatnya bergegas menghampiri nona Daisy dengan wajah penuh kecemasan dan mengendong nona Daisy dengan penuh cinta"
"Aku juga mendengar," kata Mary lagi dengan nada berbisik penuh rahasia, "Tuan Isaac berlari dan menendang banyak pintu,untuk mencari Nona Daisy. Dia bahkan meninggalkan sesi latihan rutin yang sangat penting!"
"Ya ampun! Betapa luar biasa!" seru Lucy sambil menyelesaikan tatanan rambut Daisy. "Bayangkan, bukankah tuan Isaac sangat ketat dalam hal pelatihan rutin para kesatria. Namun dia meninggalkannya hanya untuk Nona Daisy."
"Dan saat dia menemukannya," lanjut Sarah dengan mata berbinar, "wajahnya terlihat sangat marah dan khawatir. Seolah-olah dunia ini akan runtuh jika terjadi sesuatu pada Nona Daisy."
"Aku merasa," Mary menambahkan dengan nada bercanda, "Tuan Isaac bahkan bisa memberikan hadiah seekor naga untuk Nona Daisy jika dia mau!"
"Bahkan hari ini tuan Isaac dan nona Daisy menginap di kamar yang sama," tambah Lucy dengan nada bersemangat. "Sepertinya Tuan Isaac ingin menjaga Nona Daisy dengan tangannya sendiri"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Change (END)
RomanceNara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
