Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶
Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.
🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨
🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧
**Terima kasih,Salam Pena**
❤️😙😁😆❤️
*******∆*******
Nara, yang kini menjadi Daisy, duduk dengan tenang di dalam kereta kuda yang berderit pelan, ditemani pelayannya, Marry, yang setia berada di sisinya.
Kereta itu bergerak perlahan di atas jalan setapak yang dipenuhi dedaunan musim gugur berwarna keemasan. Diiringi deru lembut roda kereta yang berputar.
Mereka sedang dalam perjalanan panjang menuju kediaman Grand Duke Howard, untuk menghadiri undangan pesta Teh.
Meskipun perjalanannya jauh dan melelahkan, hati Daisy tidak bisa menyembunyikan rasa takjub.
Melalui jendela kereta kuda, ia menyaksikan hamparan alam yang begitu indah, seolah-olah dilukis.
Meskipun jalannya bergelombang dan jauh dari kenyamanan transportasi modern yang dulu pernah ia rasakan.
Daisy sudah mulai terbiasa dengan kehidupan dunia ini. Pada awalnya saat baru pertama kali menaiki kereta kuda, Daisy sering merasa pusing dan mual beberapa kali. Namun seiring berjalannya waktu, tubuhnya mulai beradaptasi.
Perjalanan mereka memakan waktu empat jam lamanya. Mansion Baron Merrow, tempatnya tinggal terletak di desa jauh dari pusat kekaisaran, sehingga tentu membutuhkan waktu yang sangat lama.
Ketika kereta akhirnya mendekati kediaman Grand Duke Howard, sebuah bangunan megah mulai terlihat di kejauhan.
Menjulang tinggi di bawah sinar matahari sore. Cahaya keemasan yang memantul dari jendela-jendela besar dan menara-menara yang menjulang tinggi membuat Daisy tertegun.
Itu seperti adalah sebuah istana yang seolah-olah keluar dari dongeng-dongeng masa kecilnya.
Dengan taman yang indah, dihiasi air mancur dan patung-patung malaikat yang berdiri kokoh di antara kebun mawar.
"Wow, lihatlah itu, Marry," suara Daisy penuh kekaguman, matanya melebar takjub. "Itu bangunan paling indah yang pernah kulihat."
Marry, yang duduk berhadapan dengannya, tersenyum kecil sambil ikut menatap ke arah bangunan megah itu. "Ya, Nona Daisy. Kediaman Grand Duke Howard memang terkenal dengan kemegahannya. Mereka memiliki taman yang sangat indah. Rumah kaca yang terkenal sebagai yang tercantik di seluruh kekaisaran dan bahkan didalamnya ada danau yang terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya"
Daisy terpesona oleh pemandangan tersebut, sementara pikirannya kembali melayang pada kenyataan pahit yang menimpanya. Sudah seminggu sejak Nara, yang kini hidup sebagai Daisy, tiba di tempat ini.
Meskipun ia belum sepenuhnya menerima nasib yang menimpanya, perlahan ia mulai menyadari bahwa dirinya tak punya pilihan lain selain beradaptasi.
Jauh dari keluarganya, dari kehidupan lamanya, dan bahkan dari tubuh aslinya yang entah masih hidup atau tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Change (END)
RomantikNara, seorang gadis biasa yang begitu menyukai novel. Namun, setelah kelelahan akibat sakit yang dideritanya, Nara terbangun sebagai Daisy dalam dunia novel yang pernah dibacanya sebagai.Daisy, karakter yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam ce...
