BAB LVIII -Frozen Reaper -

6K 582 56
                                        

Halo semuanya terimakasih🤗 sudah mampir ke cerita ini.Sebagai penulis baru mohon dukungan dan sarannya.👏👏👏🫶🫶🫶

Selamat membaca💛🧡❤️, dan jangan ragu untuk memberikan umpan balik. Dukungan kalian sangat berarti untuk pemula seperti saya.

🚨Disarankan untuk memutar Vidio lagu diatas atau memutar lagu yang kalian rasa cocok supaya lebih bisa meresapi suasana cerita🚨

🚧Saran untuk yang tidak bisa memutar video YouTube musik diatas :saat pertama kali masuk langsung scroll ke bawah langsung,diusahain yang cepet,setelah loading kedengeran suaranya baru scroll ke atas lagi tapi jangan sampai ngelewati judul,baru baca🚧

**Terima kasih,Salam Pena**

❤️😙😁😆❤️

*******∆*******

🚧🚨Perhatian🚨🚧

Karna sebelumnya WP lagi error, jadi notifikasi perbaruan cerita gak muncul.

Jadi untuk para pembaca yang belum membaca BAB 56 (Dewa perang )dan BAB 57 (Smile). Dianjurkan untuk membacanya dulu.

Sebaliknya untuk pembaca yang udah selesai membaca, bisa melanjutkan membaca chapter ini.

Silahkan menikmati 😎

*******∆*******

Di suatu pagi yang tenang, matahari masih enggan menampakkan dirinya sepenuhnya. Cahaya lembut memasuki kamar di lantai dua, mengiringi suara kicauan burung dan gemericik suara aliran sungai di kejauhan. Di dalam kamar bergaya klasik itu, Daisy tertidur nyenyak, wajahnya damai-meskipun posisinya jauh dari kata anggun.

Mulutnya menganga,menyebabkan setetes air liur meluncur turun.
Napasnya terdengar seperti desisan ular malas, tangan dan kakinya terentang ke segala arah, sementara atasan piyama beruangnya tersingkap, memperlihatkan perut yang bergerak naik-turun seirama napasnya.

Di sudut kamar, di samping meja rias antik yang berhias ukiran halus, seekor Naga kecil berwarna biru yang sejak tadi bertengger di meja rias menatapnya dengan ekspresi prihatin.

"Hah... Gadis macam apa yang tidur seperti ini? Ini lebih mirip Babi. " keluhnya, menggelengkan kepala.

Naga kecil itu, yang bernama Cryros, memperhatikan dengan wajah prihatin. Dengan langkah kecil yang penuh wibawa, naga itu terbang dan mendarat tepat di atas perut Daisy. Ia berjalan pelan dengan kaki mungilnya, hingga akhirnya berdiri di depan wajah gadis itu. Matanya menyipit tajam saat melihat air liur mengalir dari sudut bibir Daisy.

Menarik napas panjang seolah kelelahan, naga itu akhirnya mengambil tindakan drastis.

Plak!

Plak!

Tepukan mungilnya mendarat di pipi Gadis itu. Membuat Daisy hanya menggumam tidak jelas, lalu berbalik, tetap terlelap.

Naga kecil itu mendengus. "Bangun, manusia!" serunya, kini terbang di atas wajah Daisy. "Bangun! Bangun! Bangun!"

Daisy yang merasa terganggu mendengus kesal, mencoba menutup telinganya dengan bantal. Tapi naga kecil itu tak menyerah. Ia melompat-lompat di atas kasur, bahkan menyemburkan sedikit es miliknya untuk membekukan selimutnya. Lalu-tanpa ragu-menggigit kaki Daisy.

The Story Change (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang