Pada hari ini ada murid baru di sekolah Leanor. Semua murid heboh dengan berita murid baru itu sangat tampan. Leanor dan sahabat sahabatnya tidak peduli dia tampan atau tidak, mereka hanya ingin berteman baik saja. Saat Leanor akan ke kantin sendiri, dia melihat ada seseorang yang sedang kebingungan. Leanor menghampirinya dan dia terpesona dengan wajahnya. Leanor langsung tersadar dan bertanya kepadanya.
“Halo, kamu siapa? Seperti sedang kebingungan, ada yang bisa aku bantu?” sapa Leanor.
“Kenalkan aku Sai Aariz, aku murid baru disini. Bisa tolong antar aku ke ruang guru gak?” jawab murid baru itu.
“Oke, aku Leanor. Gak usah pakai nama lengkapnya, namaku panjang. And dengan senang hati aku antar ke ruang guru” Leanor terkekeh.
“Thank you” ucap Sai.
“You’re welcome. Omong omong Sai, kamu berasal dari sekolah mana?” tanya Leanor sambil berjalan meminpin.
“Aku dari Junior High School Nasional” jawab Sai.
“Wow, kamu dari JHSN! Kenapa pindah ke sini? Di sana sekolahnya lebih bagus” kata Leanor kagum.
“Orang tuaku bangkrut dan pindah ke sini” jawab Sai.
“Oh, maaf. Aku gak tahu” kata Leanor merasa bersalah.
“Tidak apa apa” kata Sai.
“Kita sudah sampai di ruang guru” kata Leanor sambil menunjuk ruang guru.
“Tak terasa sudah sampai. Sekali lagi terima kasih” ucap Sai.
“Sama Sama, sampai jumpa lagi” kata Leanor sambil berjalan pergi.
Bel berbunyi, semua siswa masuk ke kelas masing masing. Guru datang ke kelas Leanor bersama dengan Sai. Sai memperkenalkan diri lalu duduk di sebelah Leanor yang sedang kosong. Leanor berpikir dia menemukan cinta pertamanya atau dia hanya sekedar kagum pada Sai. Leanor ingin menjadi teman dekatnya Sai di kelas. Dia mulai mencari tahu apa yang di senangi Sai.
Perlahan lahan Leanor mulai mengenal Sai. Sai sangat pintar, tampan dan berkarisma, membuat Leanor semakin cinta pada Sai. Sai sangat sesuai dengan tipe ideal Leanor.
*****
Di rumah, Leanor senyum senyum sendiri membuat Bang Luzio kebingungan. Bang Luzio memasuki kamar Leanor dan mendekatinya. Bang Luzio ingin mengkagetkan Leanor.
“Dor!! Hayo ngapain senyum senyum sendiri?” ucap Bang Luzio.
“Ihh Bang Luzio, selalu ngagetin terus” kata Leanor mengambek.
“Iya iya maaf, salah sendiri dipanggil gak jawab jawab. Lagi mikirin apa?” kata Bang Luzio meminta maaf.
“Mikir apa ya? Haha. Bang, Abang pernah jatuh cinta gak?” tanya Leanor.
“Pernah, kenapa emangnya?” jawab Bang luzio.
“Kok Bang Luzio gak pernah cerita? Emang gimana rasanya?” tanya Leanor lagi.
“Hmm, rasanya tu kalau kamu gak ketemu dia rasanya ada yang ganjel, kaya pengen lihat atau ketemu dia setiap saat. Terus kalau kamu di depan dia, kamu jadi beda kaya lebih cool atau lebih manja di depannya. Emang kamu lagi jatuh cinta sama siapa?” jawab Bang Luzio.
“mmm… aku lagi jatuh cinta sama murid baru yang ada di kelas aku” jawab Leanor malu malu. Pipi Leanor agak memerah.
“Ehem, adik abang udah besar aja. Kamu boleh jatuh cinta sama siapapun tapi kalau dia nyakitiin kamu, Abang bunuh dia saat itu juga” kata Bang Luzio.
“Posesif amat. Udahlah aku juga udah bukan anak kecil lagi yang harus di jaga setiap saat” kata Leanor.
“Bagiku kamu itu masih anak kecil yang berumur 7 tahun” kata Bang Luzio sambil tertawa.
“ihh, Abang jahat. Masa aku di samain sama anak sd” kata Leanor sambil menekuk bibirnya.
“Sudahlah, ayo tidur. Besok harus ke gereja kan?” kata Bang Luzio.
“Iya, Bang. Good night”
Bang Luzio mematikan lampu, sebelum keluar dari kamar Leanor. Leanor memposisikan tubuhnya, lalu tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Best Brother (Segera Terbit)
Teen FictionLeanor adalah seorang yatim piatu. Orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Karena itulah, Leanor tinggal dengan paman dan bibinya. Leanor juga mempunyai kakak kandung bernama Luzio. Suatu hari, Leanor dibully di sekolahnya. Leanor dibully oleh...
