5. Kilas Balik Orangtua Leanor

53 32 8
                                        

Leanor duduk disofa dekat jendela. Leanor sedang meminum coklat panas sambil memandangi hujan. Leanor merindukan orang tuanya. Orang tua Leanor sangat baik dan sangat dihormati oleh tetangganya. Ayah Leanor bernama Ivan Dione Pramastya. Pekerjaan ayah Leanor dahulu menjadi CEO PT Pramastya. Sedangkan ibu Leanor bernama Elaina Quira Altaresva. Ibu Leanor memiliki butik bernama Elea Butik. Leanor sering pergi bersama ibunya ke butik tersebut. Butik itu sangat terkenal bahkan sampai memiliki cabang di kota lain. Pakaian yang ada di butik dibuat sendiri oleh ibu Leanor. PT Pramastya adalah perusahaan turun temurun yang akan diwarisi pada Bang Luzio ketika sudah dewasa. PT Pramastya sekarang sedang di pegang oleh orang kepercayaan ayah Leanor karena Bang Luzio masih terlalu dini untuk menjalankan perusahaan. Butik ibu Leanor sedang di pegang oleh Bibi. Butik itu akan diwariskan pada Leanor.

*****

Saat Leanor masih berusia 5 tahun, Leanor sangat imut dan manis. Leanor sangat disayangi oleh semua orang, bahkan tetangganya pun sayang padanya. Sejak lahir Leanor sudah menarik perhatian semua orang karena mukanya yang manis dan imut. Setelah Leanor lahir keluarganya berebut untuk menggendong Leanor. Perawat saja ingin menggendong Leanor tetapi ibu Leanor tidak mengizinkan Leanor di gendong. Luzio sangat senang saat Leanor lahir. Luzio sudah menunggu kelahiran adiknya. Leanor memiliki sifat yang ceria dan baik hati. Orang tua Leanor sangat senang melihat anak mereka tumbuh dengan sehat dan memiliki hati yang baik.

Pada hari minggu keluarga Leanor pergi liburan ke pantai. Luzio dan Leanor sangat senang karena akan pergi liburan ke pantai. Keluarga Leanor juga akan menginap di villa milik mereka di sekitar pantai. Leanor belum pernah pergi ke villa, baginya pergi menginap di villa sangat menyenangkan.

  “Ayah, apakah pemandangan di villa bagus?” tanya Leanor.

  “Pemandangan di villa sangat bagus, kamu nanti bisa melihat matahari tenggelam dari kamarmu nak” jawab Ayah Leanor.

  “Villanya seperti apa ayah?” tanya Leanor.

  “Villanya sangat besar, warnanya berwarna putih, dan ada kapal di dekat villa. Besok kita akan naik kapal itu untuk jalan jalan di lautan.” Jawab Ayah Leanor.

  “Apa Leanor harus tidur sendiri?” tanya Leanor lagi.

  “Kan Leanor sudah besar jadi tidur sendiri dong. Kamar Leanor berwarna pink dan ungu dan disana ada banyak mainan, jadi Leanor tidak akan kesepian” jawab Ayah Leanor dengan sabar.

  “Tenang aja dek, kamar abang ada di samping kamarmu. Jadi kalau kamu takut, kamu ke kamar Abang saja” kata Bang Luzio.

  “Iyadeh aku tidur sendiri” kata Leanor.

  “Gitu dong, ini baru anak ayah” kata ayah Leanor.

  “Udah ya yang ngobrol, nanti lagi sekarang kita mau berangkat” kata Ibu Leanor.

“Ya ibu” jawab Leanor menggemaskan.

Kira kira waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke villa 6 jam. Leanor sangat menikmati perjalanan. Leanor melihat-lihat pemandangan dan memyanyi bersama ibunya. Leanor tidur karena kecapekan bermain di dalam mobil. Leanor tidur dipangkuan ibunya. Keluarga Leanor tiba di villa tepat pukul 2 siang.

Leanor di gendong ayahnya menuju kamarnya di villa, dia di tidurkan di kasur. Ayah, Ibu, dan Bang Luzio merapikan barang barang mereka. Saat mereka selesai merapikan barang barang mereka, Leanor terbangun dari tidurnya. Leanor menghampiri kedua orang tuanya. Muka Leanor masih kelihatan mengantuk.

  “Leanor kau mau pergi kepantai tidak?” tanya Ayah.

  “Mau, Ayah!” jawab Leanor dengan antusias.

  “Baiklah, ayo kita pergi!” kata Ayah.

  “Kamu mau ikut tidak Luzio?” tanya Ayah kepada Bang Luzio.

  “Tidak ah, aku mau istirahat saja di kamar” jawab Bang Luzio bermalasan.

  “Oke. Dadah Luzio” pamit Ayah

  “Ayo ayah, cepetan!” ajak Leanor antusius.

Ayah menggendong Leanor, berjalan ke arah pantai. Leanor bermain air dan pasir dengan senang. Ayah mengawasi Leanor dari jauh sambil duduk santai meminum air kelapa. Hari semakin sore, Ayah mendekati Leanor dan mengajak Leanor pulang.

  “Leanor, ayo pulang nak! Ini sudah sore, ibumu pasti akan marah jika kita pulang lebih malam dari ini” ajak Ayah.

  “Iya ayah, ayo kita pulang” jawab Leanor.

Ayah dan Leanor pulang ke villa. Sesampai dirumah, ibu sudah menunggu di depan pintu dengan muka masam. Ibu memarahi ayah habis habisan. Saat ibu memarahi ayah, Bang Luzio menarik Leanor masuk ke dalam villa.

My Best Brother (Segera Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang