Bang Luzio sedang di luar rumah, menunggu Leanor siap. Setelah lama ditunggu, Bang Luzio memanggil Leanor."Leanor buruan, Abang hari ini mpls, nanti telat kalau gak cepat" teriak Bang Luzio dari luar.
"Iya, iya, bentar" kata Leanor yang sedang berlari menuju Bang Luzio.
"Ayo berangkat sekarang" kata Bang Luzio menyiapkan motor karena sudah diperbolehkan membawa motor oleh Paman.
Bang Luzio menyalakan motor dan Leanor membonceng di belakang. Awalnya Leanor mau duduk menghadap ke depan tapi karena dia menggunakan rok, Bang Luzio menyuruh Leanor duduk menyamping. Leanor menuruti Bang Luzio, dia duduk menyamping. Bang Luzio sedikit mengebut karena sudah hampir telat. Sekolah Bang Luzio sejalan dengan sekolah Leanor tapi lebih jauh.
Leanor sampai di sekolah. Dia turun dan bersalaman pada Abangnya. Leanor buru buru masuk kelas sebelum bel berbunyi. Saat masuk, dia melihat adik kelas barunya sedang mpls atau masa pengenalan sekolah. Leanor sampai di kelas barunya sebagai kakak kelas. Ternyata di kelas sudah ramai teman sekelas Leanor termasuk sahabat Leanor. Leanor kaget karena ada Hyuna di kelasnya, sebagai teman sekelasnya.
"Eh Hyuna kok kamu ada disini?" tanya Leanor.
"Aku pindah ke kelas ini" jawab Hyuna
"Hah?! Bagaimana bisa?" kata Leanor kaget.
"Bisalah, kenapa gak bisa?" kata Hyuna.
"Wow. Kamu duduk sama siapa? Sama aku mau gak?" tanya Leanor.
"Mau dong" jawab Hyuna.
Leanor mengambil meja di tengah, yang semuanya memiliki dua kursi setiap meja. Leanor duduk, lalu diikuti Hyuna. Sahabat Leanor yang lain ikut duduk di belakang dan di depan Leanor. Freya duduk dengan Cheryl, di bangku depan Leanor. Sedangkan Zemira duduk dengan Bellona di belakangnya Leanor.
Hari ini, Leanor belum pelajaran karena masih hari pertama. Mereka hanya masuk dan tidak ngapain ngapain hingga jam pulang. Leanor dengan sahabatnya sedang berada di kantin karena sedang lapar. Leanor memesan mie goreng dan es teh. Freya memesan soto, sedangkan yang lain hanya memesan lemon tea. Mereka mengobrol di kantin, yang awalnya membicarakan anime sampai tentang cinta.
"Leanor tipemu kaya apa? Atau udah punya crush kau?" tanya Bellona.
Leanor yang sedang makan tersedak karena pertanyaan Bellona.
"Eh kau kenapa dah?" kata Zemira sambil memberi Leanor minum.
"Kaget aku, tiba tiba Bellona tanya kaya gitu" jawab Leanor yang sudah tidak tersedak.
"Emang kenapa? Pertanyaanku kan gak aneh" kata Bellona membela dirinya sendiri.
"Hmm, aku udah punya crush sih tapi aku gak yakin dia bakal suka balik" jawab Leanor.
"Lah, gak expect sih guwa" kata Freya.
"Sama" kata Hyuna.
"Emang kenapa? Gak boleh aku suka sama seseorang?" tanya Leanor.
"Boleh tapi siapa yang kamu suka?" kata Zemira.
"Bang Adrean" kata Leanor.
"Hah?! Lah bukannya dia juga suka sama kamu" kata Cheryl.
"Kapan? Kok aku gak tahu" tanya Leanor terkejut.
"Lah unik, makanya peka. Orang dianya udah kelihatan banget suka sama kamu" kata Hyuna.
Semua mengangguk setuju dengan perkataan Hyuna. Leanor terlihat kebingungan dengan perkataan Hyuna. Dia masih ragu bahwa Bang Adrean menyukainya. Semua menertawakan leanor karna gak peka sama sekali jika ada yang menyukainya.
*****
Waktu pulang telah tiba, Leanor menelpon Abangnya untuk minta dijemput. Bang Luzio belum pulang dan tidak bisa menjemput Leanor. Leanor juga menghubungi Paman dan Bibinya tapi tidak bisa. Leanor memutuskan jalan kaki saja karena tidak terlalu jauh. Dia jalan melewati gang kecil karena akan lebih cepat. Gang tersebut sempit dan sedikit gelap karena kurang cahayanya. Leanor jarang melewati daerah itu karena tidak bisa untk lewat dengan sepeda ataupun motor. Gang itu hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki dan muat dua orang saja.
Leanor berjalan perlahan melewati gang sempit itu. Dia melihat di ujung ada sekumpulan cowok. Leanor ingin putar balik tapi nanggung karena sudah jauh dari ujung gang. Dia tetap berjalan maju melewati para lelaki itu. Muka mereka sangat seram yang membuat Leanor takut.
"Hai manis, ikut Abang yuk" kata salah satu lelaki itu mendekat.
"Kemana?" tanya Leanor naif.
"Ke rumah Abang atuh neng" jawab lelaki itu.
"Maaf Bang, aku harus segera pulang" kata Leanor yang berjalan maju.
Tiba tiba ada satu abang lainnya yang menghadang Leanor.
"Ayolah neng, nanti abang kasih es krim" kata abang itu.
"Maaf Bang, gak bisa" kata Leanor.
Lelaki itu memegang tangan Leanor dengan paksa dan menyeretnya ke tembok. Lelaki itu menjepit Leanor di dinding dan meletakkan tangan Leanor diatas kepala Leanor.
"Lepasin, lepasin!!" teriak Leanor.
"Kamu harus puasin kita dulu baru pergi" kata lelaki lainnya.
Laki laki itu membuka kancing baju Leanor perlahan. Leanor melawan, menarik tangannya dari cengkeraman laki laki itu. Cengkeraman laki laki itu sangat kuat, dia tidak bisa melepas. Saat Leanor sudah di perk*sa, Bang Adrean lewat. Bang Adrean yang melihat Leanor di begitu kan, sigap menolong Leanor. Leanor sudah menangis karena ketakutan dan kesakitan. Bang Adrean melawan para laki laki b*jat itu. Bang Adrean bisa mengalahkan semua pria itu sendirian dengan tangan kosong.
Leanor meringkuk ketakutan seperti orang depresi. Bang Adrean mendekati Leanor akan tetapi Leanor seperti takut padanya. Bang Adrean mengambil hpnya dan menelepon Bang Luzio agar kemari. Bang Luzio panik mendengar penjelasan Bang Adrean tentang Leanor. Bang Luzio pulang dari sekolahnya, pergi ke tempat Leanor berada. Sesampainya disana, Bang Luzio melihat keadaan adiknya sudah tidak baik baik saja.
"Dek, ada Abang disini, tenanglah" kata Bang Luzio menenangkan Leanor.
"Bang, aku udah gak suci" kata Leanor menangis.
"Kita lapor polisi dulu, oke?" saran Bang Adrean.
"Kita lapor sekarang aja, pelakunya mana?" kata Bang Luzio setuju.
"Tuh pada bonyok" jawab Bang Adrean.
Bang Luzio melihat sang pelaku dan mengikat mereka. Setelah mengikat, Bang Luzio merapikan penampilan Leanor agar tidak terlalu berantakan saat ke kantor polisi. Bang Luzio menelepon paman dan membawa pelaku ke kantor polisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Best Brother (Segera Terbit)
Teen FictionLeanor adalah seorang yatim piatu. Orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Karena itulah, Leanor tinggal dengan paman dan bibinya. Leanor juga mempunyai kakak kandung bernama Luzio. Suatu hari, Leanor dibully di sekolahnya. Leanor dibully oleh...
