16. Nongki

50 30 7
                                        

"Untuk siapa itu Bang?" tanya Leanor.

"Untuk kamulah'' jawab Bang Luzio.

"Lucu banget. Makasih Bang" kata Leanor.

"Sama sama. Ayo makan es krim kesukaanmu" kata Bang Luzio.

"Oke, Bang" kata Leanor.

Leanor dan Bang Luzio memakan es krim bersama. Tentu saja Leanor memakan es krim rasa matcha. Tiba tiba ada notif masuk dari Bang Adrean. Bang Adrean bilang kalau dia ada urusan mendadak. Leanor terdiam menatap ponsel miliknya. Rasa kecewa muncul saat Leanor membaca pesan dari Bang Adrean. Bang Luzio bingung melihat Leanor yang tiba tiba terdiam.

"Kenapa?" tanya Bang Luzio.

"Nggak kenapa kenapa kok" jawab Leanor sambil memasukan ponsel.

"Ya udah habisin es krim, habis itu kita beli baju ya" kata bang Luzio.

"Buat apa?" tanya Leanor terkejut.

"Ya buat acara kelulusan abang sama ulang tahunmu dong" jawab Bang Luzio.

"Hah?! Itukan masih lama Bang" kata Leanor sambil mengedipkan mata terkejut.

"Ya gapapa, persiapan aja" kata Bang Luzio membujuk.

"Oke oke fine" kata Leanor pasrah.

Leanor menghabiskan es krim miliknya. Bang Luzio menatap Leanor karena merasa Leanor lucu.

"Kenapa Bang?" tanya Leanor.

"Gapapa, gemes aja sama kamu" jawab Bang Luzio.

"Apaan sih, Bang? Aku udah bukan anak kecil" kata Leanor sambil membuang muka.

"Udah selesai kan? Ayo ke mall beli baju!" ajak Bang Luzio sambil menarik lengan Leanor.

Leanor mengikuti Bang Luzio dari belakang. Leanor dan Bang Luzio berjalan menuju mall yang berada di sekitar mereka. Bang Luzio langsung berjalan ke toko baju yang ada di mall. Bang Luzio memilih baju yang cocok untuk Leanor. Leanor juga memilih beberapa baju untuk main. Bang Luzio mengambil empat baju yang berwarna putih gradasi biru, pink, merah, dan ungu. Leanor mencoba satu persatu baju dan memperlihatkan pada Bang Luzio.

Leanor memakai baju yang berupa gaun itu. Melihat dengan seksama di depan cermin. Leanor memilih gaun berwarna putih dengan gradasi biru, dan ungu. Leanor juga mengambil gaun untuk main dan ke Gereja. Leanor mencobanya dan bertanya pada Bang Luzio.

"Bagus nggak Bang?" tanya Leanor.

"Bagus. Beli aja sekalian" jawab Bang Luzio.

"Beneran Bang?" tanya Leanor lagi.

"Bener. Ambil lagi aja, kalau mau" jawab Bang Luzio.

"Horee, makasih Bang" kata Leanor.

"Sama sama, adekku sayang" kata Bang Luzio.

Leanor melihat ke sekeliling lagi dan mengambil rok bawahan. Setelah itu, Leanor membawa baju bajunya ke kasir. Leanor sedang mengantre untuk membayar. Saat sedang mengantre, melihat Bang Adrean berjalan di lorong mall bersama seorang perumpuan yang sangat cantik.

"Siapa yang sedang Bersama Bang Adrean? Apa Bang Adrean membatalkan janji karena ini? Udahlah ngapain dipikirin, aku bukan siapa siapanya Bang Adrean" batin Leanor.

Sekarang giliran Leanor untuk membayar. Bang Luzio mengeluarkan sejumlah uang berwarna biru.

"Widih uangnya banyak nih pak bos" celetuk Leanor.

"Uangnya banyak tapi kalau sama kamu pasti langsung habis" balas Bang Luzio sambil menyerahkan uangnya kepada kasir.

"Ya maaf, habisnya Bang Luzio mau mau aja bayarin aku" kata leanor dengan nada bersalah.

"Gapapa, kan kamu adikku satu satunya" kata Bang Luzio sambil tersenyum pada Leanor.

Selesai membayar, mereka keluar dari toko. Bang Luzio membelai pucuk kepala Leanor. Leanor langsung melihat wajah Bang Luzio.

"Udah puas? Abang pulang dulu ya. Kamu langsung balik ke rumah temenmu, jangan keluyuran" ucap Bang Luzio sambil melangkah pergi.

My Best Brother (Segera Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang